6 Racun yang Sebabkan Rusaknya Kredibilitas Gereja

Kata Alkitab / 1 April 2022

Kalangan Sendiri

6 Racun yang Sebabkan Rusaknya Kredibilitas Gereja

Lori Official Writer
798

Di negara Barat, banyak orang yang tak lagi percaya kepada gereja. Penyebabnya adalah karena para pelayan gereja menyalahgunakan fungsi gereja demi kepentingan sendiri. Salah satunya banyak gereja yang dianggap menyalahgunakan uang jemaat. Benar atau tidak? Hanya Tuhan yang mampu menyelidiki hati.

Ini tentu jadi salah satu peringatan bagi gereja untuk kembali fokus kepada tujuan utamanya yaitu sebagai penatalayanan umat. Jika gereja-gereja di Indonesia tidak ingin kehilangan kredibilitasnya sebagai rumah persekutuan orang-orang kudus, bersihkan gereja dari 6 racun ini.

1. Gereja berorientasi uang

“Tanpa uang, gereja ini akan terkendala.” Sekilas, kalimat ini mungkin terdengar benar. Tapi mari kembali fokus kepada isi Alkitab, pelayanan gereja mula-mula berjalan bukan karena mereka orang-orang kaya atau memiliki dana kas yang berlimpah. Apakah di masa Perjanjian Baru para rasul-rasul harus punya uang yang banyak lebih dulu supaya bisa pergi memberitakan injil?

Gereja yang fokus dengan uang hanya menganggap gereja sebagai pabrik uang, bukan tempat untuk mencari Tuhan. Tentu saja ini agak sedikit menggelitik bagi gereja-gereja di masa ini bukan? Tapi mari benar-benar merenungkan hal ini.

 

Baca Juga: Berjiwa Muda, 10 Budaya Gereja Ini Justru Bikin Millenial Tinggalkan Gereja Loh!

 

2. Ingin selalu dilayani dan tidak mau melayani

Apakah Anda mengenal seorang pemimpin gereja yang setiap kali melayani di mimbar, dia selalu dilayani oleh staf gereja. Bahkan untuk membukakan pintu mobil maupun mengambilkan keperluan pribadi dia harus dilayani. Yang pasti, pemimpin semacam ini harus mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Gereja dengan jenis pemimpin seperti ini tanpa sadar telah menciptakan definisi hamba Tuhan yang lain. Jika di Alkitab kita belajar teladan Yesus yang melayani, maka sebaliknya di gereja kita melihat pemimpin gereja justru dilayani dengan sangat baik.

Hal serupa juga bisa terjadi kepada para jemaat. Mereka menuntut untuk selalu dilayani dan enggan untuk melayani orang lain.

 

Baca Juga: Anak Muda Rentan Tinggalkan Gereja? Lembaga Riset Barna & Bilangan Riset Temukan Alasannya

 

3. Tidak memberikan generasi muda kesempatan memimpin

Sebagian gereja dipimpin oleh generasi tua. Mereka selalu mendominasi semua pelayanan gereja. Sementara generasi mudanya tidak pernah dilibatkan sama sekali.

Tentu saja puncak kepemimpinan harus diregenerasi. Bahkan gereja harusnya menjadi tempat dimana generasi muda didorong untuk ambil bagian sekaligus dididik kepemimpinannya.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami