Memulai Perencanaan Keuangan dengan Hikmat Tuhan

Finance / 31 March 2022

Kalangan Sendiri

Memulai Perencanaan Keuangan dengan Hikmat Tuhan

Claudia Jessica Official Writer
3518

Dalam perekonomian saat ini, banyak keluarga yang saat ini tengah berjuang dalam kondisi finansialnya. Mungkin Anda adalah salah satu orang yang mengalami masalah tersebut? Anda bingung dan khawatir bagaimana gaji Anda dapat mencukupi kebutuhan keluarga, dan lain-lainnya.

Dalam keadaan seperti ini, tentu kita memerlukan tuntunan dari Tuhan. Untuk mulai mengatur dan merencanakan keuangan keluarga Anda, ada tiga prinsip Alkitabiah yang dapat membantu Anda.

1. Hasilkan lebih banyak, atau habiskan lebih sedikit

Sangat sederhana. Ini adalah proses yang sangat penting untuk mengatur anggaran dan mempertimbangkan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Selanjutnya, mulailah hilangkan semua hutang kartu kredit.

Pada titik tertentu, Anda harus berhenti meminjam dari pinjaman yang menyulitkan Anda di masa depan demi kesenangan sementara yang bisa Anda dapatkan hari ini. Hal ini membutuhkan pengendalian diri.

Galatian 5: 2-3 mengatakan pengendalian diri adalah salah satu dari buah roh. Mintalah Tuhan untuk menumbuhkan buah ini dalam diri Anda karena hal tersebut akan sangat membantu Anda sepanjang perjalanan Anda menuju kebebasan finansial yang nyata.

BACA JUGA: Saat Dalam Krisis Keuangan, Berdoalah Dengan 6 Ayat Alkitab Ini…

2. Anda harus menyadari bahwa disiplin sangat penting

Tahan setiap pembelian di luar makanan, kebutuhan tempat tinggal, dan perawatan kesehatan yang Anda rasa “perlu” dan cobalah mulai “aturan tiga hari”.

Buatlah daftar pembelian yang Anda rasa perlu serta tuliskan alasan mengapa barang tersebut sangat penting. Kemudian sisihkan waktu selama tiga hari kedepan dan minta hikmat Tuhan atas keputusan keuangan Anda.

Alkitab mengatakan dalam Yakobus 1:5, “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya.”

Setelah tiga hari, Anda akan mendapatkan kejelasan dan kedamaian untuk melanjutkan pembelian atau mengabaikan barang-barang yang ada di daftar pembelian Anda.

 

Baca halaman selanjutnya -->

3. Ubah cara memandang uang

Kita semua memiliki pandangan tersendiri terhadap uang, dan beberapa dari kita memiliki pandangan yang tidak sehat tentang uang. Keuangan menjadi berhala ketika kita memandangnya untuk memberikan kita kepuasan dan kepenuhan yang sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh Tuhan.

Hidup tidak semua tentang uang, namun kita sering kali membuat segala sesuatu tentang uang dan membiarkannya mendominasi hidup kita. Sering kali kita menjadikan uang sebagai sumber keamanan kita, bahkan hingga menguasai pernikahan dan rumah kita.

Yang benar adalah semua dewa palsu pada akhirnya akan menyebabkan kejatuhan kita. Yesus menjelaskan bahwa uang sering kali menjadi pesaing utama Allah untuk hati kita.

Masalahnya bukan ada pada uang itu sendiri, namun pada cinta akan uang. Apakah kita benar-benar percaya kepada Tuhan yang kita percaya? Dimana kita menaruh uang kita mengungkapkan kepada “siapa” kita menaruh kepercayaan kita.

Roma 12:2 mengatakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Janji-janji Tuhan memberikan kita kekuatan untuk mengubah kebiasaan dan pandangan kita terhadap uang saat kita mulai menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah yang telah Dia berikan kepada kita.

Tuhan memperdulikan kita lewat cara kita menggunakan dan mengelola uang-Nya.

BACA JUGA: Anda Takut Kekurangan? Dengar Dulu Nasihat Dari Ayat Alkitab Ini...

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami