Heboh Anak Ditodong dan Tidak Ada yang Menolong, Ini Cara Tanamkan Empati Sedari Dini

Parenting / 28 March 2022

Kalangan Sendiri

Heboh Anak Ditodong dan Tidak Ada yang Menolong, Ini Cara Tanamkan Empati Sedari Dini

Contasia Christie Official Writer
829

Kemarin saat menonton berita di televisi, momin dikagetkan dengan berita seorang anak SMP yang ditodong pada siang hari bolong saat kodisi ramai. Lucunya, orang-orang yang ada di sekitar anak itu tidak menolongnya sama sekali saat ia ditodong dengan senjata tajam. Akhirnya handphone dan uang anak itu raib begitu saja tanpa ada yang mempedulikannya.

Saat menonton berita itu, langsung momin berpikir, bagaimana kalau hal itu menimpa anak momin. Akankah ada orang yang mau menolong dia. Atau jika momin di posisi orang yang ada di sekitar anak itu, apakah momin berani menolongnya juga?

Ternyata hal ini ada sangkut pautnya dengan masalah EMPATI. Fenomena yang bisa mempengaruhi orang menjadi diam saja dan tidak berani untuk membantu, dinamakan BYSTANDER EFFECT. Fenomena ini terjadi ketika orang hanya menjadi penonton dan berpikir akan ada orang lain yang membantu. Celakanya jika semua orang berpikir seperti itu, lalu siapa yang akan membantu.

Yang paling mengejutkannya, hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Penelitian yang dipublikasikan dalam Psycological Science Journal, bystander effect ini juga terjadi pada anak-anak. Oleh karena itu, kita sebagai Parents sudah seharusnya mempunyai tanggung jawab untuk menumbuhkan rasa empati pada anak, agar sampai dewasa, dia juga berani memperjuangkan kebenaran.

Baca juga : Ayo Siapkan Dana Pendidikan Anak Sedari Dini dengan 7 Jenis Tabungan dan Investasi Ini!

Ilmuwan dari Universitas Harvard memaparkan bagaimana caranya orang tua melatih anak untuk mempunyai rasa empati yang besar:

1. Menjadi teladan dan mentor yang kuat bagi anak.

Anak akan patuh jika orang tua dapat menjadi teladan, atau melakukan hal yang sama. Jujur, rendah hati, ramah serta ikut andil dalam masyarakat adalah sikap yang akan dilakukan anak jika dia melihat orangtuanya juga melakukan hal-hal tersebut. Jangan ragu untuk mengakui kesalahan di depan anak, dan tunjukkan padanya bagaimana memperbaiki kesalahan itu.

Dorong anak untuk selalu peduli dan menaruh perhatian pada kebutuhan orang lain. Jangan sampai mengesampingkan orang lain hanya demi memenuhi kebutuhan diri sendiri.

 

2. Ajari anak untuk menjadi orang baik sebagai prioritas hidup mereka.

Ajarkan anak tentang kepedulian dan sikap baik kepada orang lain. Pendidikan secara formal yang dinilai dengan rapor memang penting. Tapi yang lebih penting lagi bagaimana orang tua dapat mengarahkan anaknya agar mendapatkan pendidikan moral dan etika yang terbaik. Dukung anak untuk selalu menyelesaikan masalah dengan memikirkan kepentingan orang lain yang bersinggungan dengannya.

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami