Kerja Bukan Sekadar Cari Uang, 2 Alasan Ini Kenapa Bekerja Juga Disebut Ibadah

Finance / 28 March 2022

Kalangan Sendiri

Kerja Bukan Sekadar Cari Uang, 2 Alasan Ini Kenapa Bekerja Juga Disebut Ibadah

Lori Official Writer
2466

Apakah Anda pernah merasa bahwa pekerjaan Anda sebagai ibadah kepada Tuhan?

Kebanyakan orang melihat pekerjaan sebagai sesuatu yang hanya dikerjakan untuk membayar tagihan dan bertahan hidup. Yang lainnya menganggap pekerjaan itu sebagai sesuatu yang bisa menentukan nilai kehidupannya.

Tapi kita harus paham bahwa bekerja bertujuan supaya kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita sekaligus menjadi berkat bagi kita. Tuhan memberikan Adam pekerjaan untuk mengurus bumi dan memerintah atas semua makhluk di bumi sebelum manusia pertama itu jatuh dalam dosa.

Bekerja adalah kesempatan bagi setiap orang untuk menggunakan karunia-karunia yang diberikan Tuhan dan menerapkan prinsip-prinsip rohani kita di dalam menjalankannya.

Saat kita melibatkan Tuhan di dalam pekerjaan kita, di situlah kita akan menerima imbalan yang sama atas pekerjaan tersebut.

Memandang pekerjaan sebagai ibadah adalah bentuk dari sikap hormat dan iman kita kepada Tuhan. Jadi kalau bekerja didefinisikan sebagai sebuah bentuk ibadah kepada Tuhan, bagaimana seharusnya kita menjalankan pekerjaan kita setiap hari di kantor? Bagaimana harusnya kita menyembah Tuhan di tempat kerja jika kita malah membenci atau tidak bergairah dengan apa yang kita kerjakan?

 

Baca Juga : 7 Kebiasaan Mengelola Keuangan Ala Orang Kaya, Nomor 4 Patut Ditiru!

 

Ada 2 hal yang bisa kita pahami bahwa bekerja itu adalah bentuk ibadah kepada Tuhan, diantaranya:

1. Bekerja adalah bentuk penghormatan yang dilakukan dengan penuh cinta


Pekerjaan kita menjadi ibadah saat hal itu dilakukan sebagai persembahan untuk Tuhan, bukan untuk kepentingan diri kita sendiri. Saat hati kita terikat kuat dengan Dia, maka tempat kerja kita adalah tempatnya Tuhan juga, dimana kita menghidupi iman kita lewat perkataan dan perbuatan kita.

Os Guinness, seorang penulis dan kritikus sosial, pernah berkata bahwa ‘Hadiah bukan untuk diri kita sendiri tapi untuk Tuhan'. Kita hanyalah pelayan, manajer, dari semua yang Dia berikan kepada kita, termasuk waktu, bakat, dan uang kita. Itu berarti kita harus menggunakan sumber daya kita untuk kepentingan orang lain dan untuk memuliakan Tuhan.

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” Kolose 3: 17

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap proyek, tugas, dan ucapan yang kita sampaikan selama melakukan pekerjaan kita harus dilakukan atas nama Yesus. Hal inilah yang menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah kita yang sejati.

Kalau kamu merasa frustrasi di tempat kerja, ingatlah kalau kamu gak bekerja untuk manusia, tetapi untuk Tuhan. Karena itu, bertekunlah dalam setiap bagianmu. Kalau memang kamu merasa sudah bosan atau stagnan di dalam pekerjaanmu saat ini, tanyakanlah apakah itu memang waktunya Tuhan mau membawamu ke pekerjaan lain dengan tugas baru yang dipercayakannya. Mintalah tuntunan dari Tuhan supaya kamu bisa mengambil langkah di dalam iman.

 

Baca Juga : Dipanggil Untuk Jadi Berbeda. Sudahkah Kamu Memberi Dampak di Pekerjaanmu?

 

2. Bekerja harus dibarengi dengan penundukan diri sebagai bentuk hormat


Di 1 Samuel, kita bisa baca bahwa sikap taat lebih baik daripada berkorban. Tuhan peduli dengan pekerjaan Anda dan Dia punya rencana yang indah atas hidup Anda. Jadi taatlah apapun keadaannya dan percayalah bahwa Dia selalu peduli atas hidup Anda, kebutuhan Anda, dan juga keinginan Anda.

Lakukanlah yang terbaik untuk pekerjaan Anda dan milikilah sikap tunduk terhadap orang-orang di atas Anda. Ijinkanlah Tuhan menjadi pemilik pekerjaan Anda dan jadilah hamba yang setia.

Pekerjaan Anda adalah persembahan khusus karena Allah secara unik menciptakan Anda lengkap dengan semua bakat, minat dan kepribadian Anda yang istimewa. Saat Anda bisa menghubungkan berbagai keunikan Anda dengan pekerjaan yang Anda jalankan, saat itulah Anda sudah menjadikan pekerjaan Anda sebagai ibadah yang sejati di hadapan Tuhan.

Tapi jika Anda sedang ada dalam kondisi dimana Anda sedang berjuang untuk tahu apa panggilan Anda atau untuk tahu apa pekerjaan sekarang benar-benar panggilan Anda, mari mulai memeriksanya kembali. Periksalah dari semua aspek kehidupan Anda, apakah semua potensi yang ada di dalam diri Anda sudah tersalurkan sepenuhnya lewat pekerjaan tersebut? Kalau belum, mungkin Anda perlu memahami rancangan dan tujuan Tuhan atas hidup Anda.

Jadi, sebelum saya menutup artikel ini jawablah pertanyaan ini sekali lagi. Apakah Andasudah menjadikan pekerjaan Anda saat ini sebagai ibadah yang sejati untuk Tuhan?

Mari bagikan kebenaran ini kepada semua orang yang mungkin sedang menghadapi keraguan atas pekerjaannya atau kepada semua orang terdekat yang tanpa sadar terlalu menjadikan pekerjaannya sebagai tuan atas hidupnya.

 

Sumber : Crown.org | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami