4 Kriteria Orang Percaya yang Rendah Hati

Kata Alkitab / 27 March 2022

Kalangan Sendiri

4 Kriteria Orang Percaya yang Rendah Hati

Lori Official Writer
24247

Alkitab kerap kali menyebutkan kata ‘rendah hati’, mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, kita akan mendapati begitu banyak pesan Tuhan mengenai topik ini. Kenapa? Karena sepertinya ada tendensi manusia menjadi sombong ketika hidupnya sukses. Tidakkah kita sering melihat orang berubah sikap metika mereka sedang berapa di puncak? Ada pula yang mengira mereka akan terlihat berwibawa dan berpengaruh jika sudah tampil angkuh atau menampilkan diri. Jika hal ini kita lakukan, tidak saja kita akan dijauhi orang lain, tetapi kita juga akan menghadapi masalah dengan Tuhan karena rendah hati adalah sikap yang diteladani Tuhan kepada orang-orang percaya.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya. Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mazmur 149: 4)

Keselamatan yang disebutkan dalam ayat di atas merupakan sebuah anugerah yang terbesar yang bisa kita peroleh. Dan itu siap disematkan kepada kita apabila kita memiliki sebuah sikap rendah hati. Yang dimaksud dengan sikap rendah hati adalah mengandung setidaknya 4 kriteria ini:

1. Punya kerelaan atau keberanian untuk mengakui kesalahan

Ini adalah salah satu tindakan yang sangat sulit kita lakukan. Rasa gengsi yang terlalu besar, takut kehilangan harga diri, takut disepelekan dan sebagainya sering mmebuat kita berat untuk meminta maaf secara terbuka. Padahal masalah kerelaan untuk meminta maaf merupakan hal yang sangat esensial di mata Tuhan. Sebab bagaimana mungkin kita bisa diampuni Tuhan apabila kita tidak mengakui dosa-dosa kita secara terbuka di hadapan-Nya? Seperti dituliskan dalam 1 Yohanes 1: 9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

 

Baca Juga: Untuk Jadi Orang Rendah Hati, Usaha Keras Ternyata Tak Cukup!

 

2. Mau diajar dan belajar

Ada sebuah firman Tuhan berbunyi, “Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum dan Ia mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati (Mazmur 25:9)”.

Dari ayat ini, kita bisa melihat bahwa orang-orang yang rendah hati memiliki kemauan untuk diajar dan terus belajar. Jalan Tuhan terbentang luas di dalam Alkitab. Dan hanya orang yang rendah hatilah yang mau terus membenahi diri menjadi lebih baik dari hari ke sehari. Tuhan siap membimbing orang-orang yang mau mengakui kekurangannya dan terus belajar, mmebaca, meneliti, merenungkan, memperkatakan dan melakukan firman Tuhan.

Tuhan tidak mungkin mau mengajar orang yang merasa dirinya hebat dan bahkan lebih pintar dari Tuhan. Bagaimana firman Tuhan bisa tertanam dan bertumbuh apabila firman itu jatuh di atas tanah yang keras berbatu? Keangkuhan akan merugikan kita sendiri. Dengan memiliki kerendahan hati berarti kita pun memiliki kesempatan untuk dibimbing secara langsung oleh Tuhan, karena kita memang selalu siap untuk terus belajar dan belajar lagi.

 

Baca Juga: Sombong Karena Merasa Rendah Hati

 

3. Rendah hati itu tidak sombong

Tinggi hati atau sombong, angkuh, dan berbagai sinonim lainnya adalah lawan kata dari rendah hati. Artinya orang yang rendah hati tidak akan bersikap sombong, dan begitu juga sebaliknya. Dengan bersikap sombong bukan saja kita dijauhi orang lain, tapi Tuhan sendiri menentang kita kecongkakan kita.

“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. (Yakobus 4: 6b)

 

4. Tidak egois melainkan mengutamakan kepentingan orang lain

Ini juga merupakan pin penting. Bagaimana sebuah ikatan, persekutuan atau bentuk-bentuk perkumpulan lainnya bisa tetap kokoh apabila anggotanya terus menerus hanya mementingkan diri sendiri saja? Keangkuhan bisa membuat orang besar kepala dan lupa diri, sehingga menganggap diri mereka yang paling penting. Sebuah band musik bisa hancur seketika karena sikap seperti ini, keutuhan keluarga bisa runtuh, begitu pula dengan persekutuan, organisasi atau ikatan lainnya. Orang yang rendah hati tidak akan bersikap demikian karena mereka akan memikirkan orang lain terlebih dahulu ketimbang kepentingan diri sendiri.

Firman Tuhan berkata, “…Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yangs eorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga (Filipi 2: 3-4)”.

 

Baca Juga: Kebanggaan VS Kerendahan Hati

 

Kriteria-kriteria kerendahan hati inilah yang akan memunculkan kualitas hidup seseorang. Karena itu tidaklah heran jika Tuhan meninggikan orang-orang yang rendah hati, bahkan siap memahkotai dengan keselamatan. Bukan hanya keselamatan dari bahaya, sakit penyakit dan sebagainya, tetapi keselamatan jiwa yang kekal. Keselamatan adalah hadiah yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap orang yang rendah hati. Kita seharusnya demikian karena kita adalah hanya berasal dari debu, dan semua yang kita punya berasal dari Tuhan (Ulangan 8: 14-18).

 

Anda diberkati dengan konten-konten kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

Sumber : Renungan Harian Online | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami