7 Alasan dan Manfaat Puasa Dalam Alkitab

Kata Alkitab / 25 March 2022

Kalangan Sendiri

7 Alasan dan Manfaat Puasa Dalam Alkitab

Lori Official Writer
1131

Puasa merupakan hal yang lazim bagi orang Kristen. Biasanya hal ini dilakukan saat prapaskah dan juga bisa menjadi bentuk disiplin rohani oleh beberapa denominasi gereja.

Sebagian menganggap puasa adalah disiplin rohani yang dianggap bisa semakin intim dengan Tuhan. Tokoh-tokoh Alkitab di Perjanjian Lama dan Baru menjalani puasa untuk benar-benar merendahkan diri di hadapan Tuhan dan juga sebagai bentuk pertobatan.

Contoh puasa yang dituliskan di Perjanjian Lama dan Baru bisa ditemukan di Matius 6: 16, di mana Yesus mengajar murid-murid-Nya prinsip-prinsip dasar hidup kudus. Ketika berbicara tentang puasa, Dia menegaskan bahwa berpuasa merupakan sebuah langkah iman dalam kehidupan para pengikut-Nya.

Kata-kata Yesus menyiratkan bahwa puasa menjadi praktik rutin dalam kehidupan para pengikut-Nya.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (Matius 6: 16)

Di Alkitab dituliskan 7 alasan orang percaya melakukan puasa:

1. Sebagai persiapan pelayanan. Yesus menghabiskan 40 hari di padang gurun berpuasa dan berdoa sebelum Dia memulai pekerjaan Tuhan di bumi. Dia membutuhkan waktu sendirian untuk memenuhi panggilan Allah di dunia.

“Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.” (Markus 1: 12-13)

 

Baca Juga: Kata Alkitab: Orang Kristen Nggak Perlu Puasa, Benarkah?

 

2. Untuk mencari hikmat Tuhan. Paulus dan Barnabas berdoa dan berpuasa untuk para penatua gereja sebelum menyerahkan mereka kepada Tuhan untuk pelayanan-Nya.

“Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.” (Kisah Para Rasul 14: 23)

 

3. Sebagai bentuk perkabungan. Nehemia berkabung, berpuasa dan berdoa ketika dia mengetahui tembok Yerusalem hancur, membuat orang Israel rentan dan dipermalukan.

“Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem. Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit…” (Nehemia 1: 1-4)

 

4. Untuk mencari pembebasan atau perlindungan. Ezra mengumumkan puasa bersama dan berdoa untuk perjalanan yang aman bagi orang Israel saat mereka melakukan perjalanan sejauh 900 mil ke Yerusalem dari Babel.

“Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami. Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.” (Ezra 8: 21-23)

 

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Seputar 40 Hari Perayaan Masa Prapaskah Yang Harus Orang Kristen Tahu

 

5. Untuk bertobat. Setelah Yunus menjatuhkan hukuman atas kota Niniwe, raja menutupi dirinya dengan kain kabung dan duduk di atas debu. Lalu dia memerintahkan orang-orang untuk berpuasa dan berdoa.

“Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.” (Yunus 3: 10)

 

6. Untuk memperoleh kemenangan. Setelah kehilangan 40.000 orang di medan perang selama dua hari, orang Israel berteriak minta tolong kepada Tuhan. 

“Kemudian pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapan TUHAN, berpuasa sampai senja pada hari itu dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.” (Hakim 20: 26)   

Tahukah Anda bahwa keesokan harinya, Tuhan memberikan mereka kemenangan atas suku Benyamin.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Monitor.co.ug
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami