Puasa, Ungkapan dari Rasa Haus Akan Tuhan
Kalangan Sendiri

Puasa, Ungkapan dari Rasa Haus Akan Tuhan

Claudia Jessica Official Writer
      928

Matius 4:4

Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 79; Roma 7; Ulangan 5-6

Pernahkah Anda berpisah dari orang yang Anda cintai untuk waktu yang lama? Atau mungkin Anda ingat bagaimana rasa yang “sangat menyakitkan” ketika harus terpisah dan hanya bisa saling menghubungi melalui telepon? Dalam waktu yang berharga tersebut, Anda merasa dekat lagi dengan orang spesial itu. Kemudian panggilan tersebut berakhir dan Anda harus kembali terpisah dengan orang yang Anda cintai.

Kita memiliki Yesus Kristus. Meskipun Dia adalah kekasih kita, tetapi kita “terpisah” dari-Nya karena dosa, karena kelalaian kita, dan karena dunia ini. Kerinduan yang kami rasakan ini sulit untuk dijelaskan.

John Piper, seorang pendiri dan guru di desiringGod sekaligus rektor dari Bethlehem College & Seminary mengatakan bahwa puasa disebut juga dengan “kehausan akan Tuhan”. Puasa adalah aktivitas disiplin yang membawa kita kepada romansa iman dengan mempelai laki-laki kita, Yesus Kristus yang akan segera kembali.

Saat kita berpuasa, penghalang akan kasih Tuhan yang cemburu diungkapkan dan dihancurkan. Dengan tidak makan atau tidak melakukan keinginan lain yang sangat menyenangkan bagi kita dalam jangka waktu tertentu, rasa lapar akan Roti Hidup, yaitu Yesus, menjadi semakin besar.

 

Hak cipta oleh Dr. Ed Young, disadurkan dari crosswalk.com.

Ikuti Kami