Sering Mengejek Teman dan Pendeta yang Berdoa, Grace Tiba-tiba Tersadar Karena Hal Ini

Family / 18 March 2022

Kalangan Sendiri

Sering Mengejek Teman dan Pendeta yang Berdoa, Grace Tiba-tiba Tersadar Karena Hal Ini

Contasia Christie Official Writer
855

Grace Putri Julia Zebua (9 tahun) adalah seorang anak yang berasal dari Nias. Dia bertumbuh bersama ibu yang rajin beribadah ke gereja. Namun sayangnya, dia mempunyai sifat yang buruk di sekolah minggu. Dan sikapnya ini sangat mengganggu teman-temannya.

Awalnya Grace sering mengejek temannya yang berdoa. Parahnya, dia juga pernah mengejek pendeta yang berdoa bersama-sama dengan anak-anak. Grace berpikir bahwa pendeta yang berdoa dengan anak-anak itu aneh, dan harusnya pendeta itu berdoa bersama orang dewasa lainnya, bukan anak. Sikap buruknya selain suka mengejek, dia juga tidak mau diatur, sering melawan orang tua, malas belajar, dan berbohong kepada orang tua dan temannya.

Tapi suatu Minggu, Grace belajar di sekolah minggu Gekari Haleluya, Nias dari kurikulum Superbook tentang kisah Yunus yang berdoa dalam perut ikan besar. Melalui kisah itu, Grace sadar bahwa kapanpun dan dimanapun, semua orang bisa berkomunikasi dengan Tuhan lewat doa. Dari situlah dia menyesal karena pernah mengejek teman dan pendeta.

Penyesalan Grace berbuah dengan perubahan sikapnya. Grace mulai berani memimpin doa di depan kelas. Di rumah, Grace mau membantu pekerjaan rumah orang tuanya dan tidak membantah lagi. Melihat perubahannya ini, papa mamanya sangat senang sekali.

Baca juga : Memilih Mengikut Yesus Setelah Mendengar Suara Tuhan

Perubahan pada diri Grace juga membawa banyak berkat bagi keluarganya, terutama papanya. Selama ini, papanya tidak pernah ke gereja. Tapi pada November kemarin, Grace mengajak papanya beribadah bersamanya.

“Pa, kenapa papa tidak pernah ke gereja sih? Padahal kan mama dan adik sering ke gereja. Teman-temanku yang lain juga orang tuanya sering ke gereja lho. Kenapa papa tidak mau?” Tanya Grace.

Sayangnya pertanyaan Grace ini tidak dijawab sepatah kata pun oleh papanya. Tapi di hari Minggu berikutnya, papanya mendadak mau ikut ke gereja bersamanya. Bahkan papanya juga menemaninya mengikuti Natal Sekolah Minggu! Sungguh luar biasa, Puji Tuhan! Usaha Grace tidak sia-sia.

Semoga Grace bisa terus bertumbuh menjadi anak semakin kuat imannya dan penuh hikmat Tuhan. Amin! Kesaksian Grace ini juga bisa memberi dampak luar biasa bagi anak maupun keluarga lainnya. Mari dukung pelayanan ini dengan membagikan kisah ini ke media sosial yang Anda miliki. Atau Anda juga bisa bergabung menjadi pahlawan generasi dengan cara klik di bawah ini.

Oleh Joni Arianto Nazara

Fasilitator CBN

SAYA DUKUNG

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami