Balaskan Dendam Untuk Orangtua, Saya Pilih Jadi Preman – Meidy Erastus

Milenial / 15 March 2022

Kalangan Sendiri

Balaskan Dendam Untuk Orangtua, Saya Pilih Jadi Preman – Meidy Erastus

Lori Official Writer
957

Di usia 8 tahun, sebuah peristiwa yang memilukan menyayat hati Meidy Erastus. Kedua orangtuanya dihajar hingga babak belur. Tanpa sadar peristiwa tersebut rupanya membuat dirinya hidup dalam dendam.

“Di situlah tertanam satu dendam dan saya berpikir ketika saya besar nanti saya akan habisin orang-orang yang pernah menyakiti orangtua saya,” ungkap Meidy.

Pria asal Manado inipun tumbuh menjadi seorang pria dengan perangai yang ditakuti banyak orang. Dia bahkan dikenal sebagai pemimpin preman yang memiliki banyak anak buah yang kerap kali berbuat onar di pusat-pusat keramaian seperti terminal.

 

Lari ke Jakarta

Akibat perbuatannya, Meidy harus menanggung masalah yang cukup besar. Hingga memaksa dirinya melarikan diri ke ibu kota Jakarta.

“Dari dendam-dendam lama itu, jadi saya lari merantau ke Jakarta. Dan di situlah saya ketemu dan kenal istri saya. Dari situlah saya sama istri pulang lagi ke Manado.”

Namun karena kondisi ekonomi yang kurang baik, Meidy memilih untuk merantau ke Kalimantan. Meski ditentang oleh istri, Meidy berhasil meyakinkan bahwa dirinya akan melakukan yang terbaik demi keluarganya.

 

Baca Juga: Kesabaran Istri Hadapi Suami Pecandu Narkoba dan Dunia Malam - Nadia

 

Kembali Menjadi Preman

Lingkungan yang keras membuat Meidy kembali ke masa lalunya. Kali ini, dia justru menjadi pribadi yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.

“Ketika saya di Kalimantan, akhirnya saya jatuh di situ malah lebih dalam. Ketika saya ada di satu daerah pertambangan, saya sering melakukan hal-hal seperti membunuh, sering bacok,” ungkapnya.

Dendam lama yang masih tersimpan di dalam diri Meidy justru membuatnya gelap mata. Dia bahkan rela meninggalkan keluarga dan hidup di dalam kejahatannya.

 

Hampir Mati

Meidy tak menyadari jika kejahatan yang ia tabur selama hidupnya justru membuahkan malapetaka. Ketika suatu kali dia diserang secara membabi buta oleh orang yang ia tak kenal.

Dia dibacot dan mengalami luka yang cukup parah. 

“Ketika di tempat kejadian itu, ada kurang lebih 14 jam baru sampai di rumah sakit. Jadi itu perjalanan yang sangat jauh. Darah begitu banyak, tetapi saya selama dalam perjalanan saya cuma mengangkat tangan. Saya katakan, “Terima kasih Tuhan.” Karena ini bagian dari teguran. Saya percaya Tuhan mengasihi saya,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Lukas A Lesnussa: Kutinggalkan Istri dan Anak demi Wanita Lain

 

Meidy menyadari bahwa dendam yang selama ini ia simpan membuat keluarga dan masa depannya hancur.

“Sebelum saya operasi dokter bilang kemungkinan selesai operasi pendengaran saya akan terganggu di sebelah kanan, penglihatan saya akan terganggu. Cuma saya katakana ke dokter walaupun juga ada gangguan dalam pendengaran dan penglihatan, yang penting luka saya sembuh. Karena bagi saya kalau luka itu sembuh bagi saya itu mujizat,” pungkasnya.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Solusi TV
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami