Prapaskah, Tradisi yang Mengingatkan Kita untuk Fokus Betapa Besarnya Pengorbanan Yesus
Kalangan Sendiri

Prapaskah, Tradisi yang Mengingatkan Kita untuk Fokus Betapa Besarnya Pengorbanan Yesus

Claudia Jessica Official Writer
      1115

Matius 6:16

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 74; Roma 2; Bilangan 31-32

Masa Prapaskah ditandai sebagai masa perenungan iman, puasa, dan pertobatan dari Rabu Abu hingga Paskah.

Dengan pengorbanan dan kebangkitan Kristus, melakukan pengamatan, dan menempatkan fokus pada peperangan melawan hasrat kedagingan yang bertentangan dengan Firman Tuhan.

Selama 40 hari dan malam (hari Minggu tidak dihitung), orang Kristen di seluruh dunia memakai mantel disiplin rohani untuk memperdalam iman mereka kepada Tuhan. Mengamati masa prapaskah terlihat berbeda bagi setiap orang percaya, meskipun biasanya puasa adalah faktor utama.

Beberapa memilih berpuasa dengan cara tradisional seperti tidak makan, atau hanya makan jenis makanan tertentu. Beberapa memilih berpuasa dengan cara yang berbeda. Mereka mengevaluasi gaya hidup dan bertekad untuk melepaskan kenyamanan untuk fokus membangun hubungan yang lebih intim dengan Allah Bapa. Misalnya, tidak menggunakan televisi atau ponsel pada masa Prapaskah, atau mengurangi waktu tidur mereka dan memberikan waktu lebih banyak untuk berdoa dan membaca Alkitab.

Ada begitu banyak pilihan yang tak terbatas. Yang terpenting adalah taat mengikuti Roh Kudus dan melakukan pengendalian diri pada area yang Tuhan sentuh dalam hidup kita.

Puasa jenis apapun yang kamu putuskan, yakinlah kamu sejalan dengan apa yang Alkitab katakan tentang berpuasa.

Dalam kitab Matius, kita didorong untuk berpuasa dengan “rahasia”.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Matius 6:16-18).

Berhati-hatilah terhadap motivasi untuk puasa, dan mengamati Prapaskah. Ini adalah momen untuk menghormati Tuhan, bukan untuk kepuasan diri sendiri.

Sama seperti Yesus melawan dosa di padang belantara, tujuanmu adalah untuk tetap teguh selama masa pengudusan bagi Tuhan.

Pencobaan datang setiap hari dan akan berlanjut sepanjang musim. Seperti yang terjadi pada Kristus selama pencobaan di padang gurun, yang dicatat dalam kitab Markus di Perjanjian Baru.

“Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"” (Markus 1:12-15).

Alkitab mencatat berkali-kali ketika Yesus pergi seorang diri dan memusatkan perhatiannya kepada Bapa-Nya di Surga. Prapaskah adalah waktu yang disiapkan untuk melakukan hal yang sama. Selama kita berpuasa dan merenung pada perkataan Tuhan, peganglah Yoel 2.

““Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya”” (Yoel 2:12-13).

Puasa adalah bagian yang diperlukan untuk melengkapi pengamatan Prapaskah. Kita akan melawan keinginan daging dan menyangkal diri kita sendiri.

Tetaplah kuat atas panggilan yang kamu miliki pada musim ini. Berkat Tuhan lebih besar dari kesenangan sesaat yang kita tinggalkan.

Duka adalah bagian dari proses ketika kita mengingat kematian Yesus di atas kayu salib, tetapi juga saat yang menggembirakan ketika kita merenungkan kebangkitan-Nya. Sukacita kita ditemukan di dalam Dia.

Biarlah itu menjadi pelajaran yang dapat kita pelajari selama masa pengudusan ini. Jadi apa gunanya Prapaskah? Benar-benar segalanya, itu penting.

Kebaikan Tuhan lebih baik dari yang bisa dibayangkan oleh pikiran dan hati manusia.

 

Hak cipta oleh Hannah Goodwyn.


 

Apakah Anda butuh didoakan? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/InginDidoakan

 

Ikuti Kami