Mempunyai anak yang percaya Kristus hingga akhir hayat merupakan idaman para orang tua Kristen. Berulang kali mereka mengajak anak ke gereja supaya memperoleh pembelajaran serta pemahaman yang kokoh. Tetapi apa jadinya pada saat anak akhirnya di tengah jalan memutuskan untuk meninggalkan Tuhan serta gereja- Nya? Rasanya mau menyalahkan mereka, menyalahkan diri sendiri, merasa frustasi serta pilu, dan terkadang malah marah.
Dalam kitab Lukas 15: 11- 32, ialah cerita tentang anak yang hilang. Kita sering sekali didorong untuk menempatkan diri kita pada posisi anak yang hilang tersebut, kemudian kita juga memikirkan bagaimana akhirnya Tuhan menyambut kita di rumah, memberi kita apa yang tidak sepatutnya kita miliki, sampai mengembalika kita kepada yang sepatutnya ialah selaku anak dari keluarganya.
Tetapi pernah tidak kita berpikir bagaimana dengan si Bapak? Ketika anak kalian menjauh dari keyakinan, sedangkan kita telah berupaya memberi yang terbaik untuk membesarkan mereka, tetapi tiba- tiba mereka lari dan meninggalkan kita apalagi Tuhan.
Doa adalah kekuatan yang paling kuat di alam semesta ini, dan hanya doalah yang bisa kita lakukan, sehingga Tuhan membangkitkan hati anak kita yang hilang untuk kembali. Inilah 3 hal yang perlu jadi pokok doa kita.
Paulus menuliskan dalam 2 Korintus 4:4
“Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahata Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.”
BACA SELANJUTNYA ---->
Sumber : Superbook IndonesiaIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”