Bagaimana Gereja Seharusnya Menanggapi Perang Antar Negara yang Terjadi?

Kata Alkitab / 27 February 2022

Bagaimana Gereja Seharusnya Menanggapi Perang Antar Negara yang Terjadi?

Lori Official Writer
781

Bagaimana seharusnya gereja meresponi perang yang terjadi di tengah dunia saat ini, baik perang antar negara, perang saudara sebangsa atau perang di tengah lingkaran kehidupan kita sendiri?

Alkitab menjadi saksi dari begitu banyak perang yang terjadi di masa lampau. Satu bangsa menyerang bangsa lain. Ribuan pasukan yang dikerahkan dibantai, sehingga kekuasaan terhadap satu negara menjadi absolut.

Ada ribuan respon dan pertanyaan dalam menanggapi konflik dan perang yang terjadi. 

Pastikan kita akan merasa kecewa karena di dalam Alkitab, Tuhan seolah mengizinkan perang terjadi. 

 

Baca Juga: Apa Kata Alkitab Soal Perang? Temukan Jawabannya Dari 10 Pertanyaan Ini…

 

Tapi benarkah sosok Tuhan menghendaki kekacauan di tengah dunia?

Orang Kristen, bagaimana pun percaya bahwa Tuhan memberi mereka kehidupan menurut gambar-Nya. Karena itu, orang Kristen percaya bahwa kehidupan itu harus kudus dan dilindungi. Di dalam Sepuluh Perintah, Tuhan melarang keras tindakan pembunuh. “Jangan membunuh!” kata-Nya.

Yesus sendiri mengingatkan murid-murid-Nya untuk “Mengasihi musuh dan mendoakan orang yang menganiaya mereka.” (Matius 5: 44).

Beberapa orang Kristen lainnya percaya bahwa ada kalanya bahwa cara satu-satunya untuk mengalahkan ketidakadilan atau mempertahankan gagasan tentang kekudusan hidup adalah dengan menyatakan perang. Yang lainnya berpikir bahwa mereka seharusnya menyatakan damai dan tanpa kekerasan. 

Dan Yesus menyampaikan kepada murid-murid-Nya, “Jika ada yang menampar pipi kananmu, berikan pipi yang lain.” (Matius 5: 39)

Ditampar oleh orang lain mungkin menjadi penghinaan yang sangat serius. Tetapi Yesus berkata supaya tidak bereaksi terhadap perlakuan tersebut.

Lalu di Lukas 22: 36, Yesus juga memberikan pandangan bahwa, “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.”

Ayat ini sepertinya merujuk kepada tindakan dimana seseorang bisa membela dirinya sendiri.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami