Pemerintah China Tulis Ulang Alkitab, Menyebut Yesus Sebagai ‘Pendosa’

News / 21 February 2022

Pemerintah China Tulis Ulang Alkitab, Menyebut Yesus Sebagai ‘Pendosa’
Sumber: jawaban.com
Claudia Jessica Official Writer
7448

Seorang juru bicara kelompok pengawas penganiayaan Kristen, The Voice of Martyrs (VOM), memperingatkan bahwa pemerintah China saat ini berusaha untuk menulis ulang Firman Tuhan sesuai dengan nilai-nilai komunis.

“Ini adalah proyek yang diumumkan oleh Partai Komunis China (PKC) pada tahun 2019. Pada saat itu, mereka mengatakan akan memakan waktu sekitar 10 tahun untuk merilis terjemahan baru dari Alkitab,” kata juru bicara VOM, Todd Nettleton.

Dia mencatat bahwa Firman Tuhan yang ditata ulang akan mencakup berbagai prinsip, termasuk prinsip Konghucu, dan Buddha. Terjemahan baru yang akan dikeluarkan China sangat mendukung Partai Komunis.

Dalam sebuah postingan barunya di Facebook, VOM menunjukkan bahwa revisi Alkitab akan mencakup “nilai-nilai sosialis inti” dan penghapusan bagian-bagian yang “tidak mencerminkan keyakinan komunis.”

Salah satu contoh perubahan Alkitab terungkap dalam buku teks Sekolah Menengah Atas yang dirilis pada 2020 lalu. Dalam buku teks tersebut, PKC mengubah beberapa ayat dalam Yohanes 8.

Yohanes 8 mengisahkan tentang Yesus yang mengampuni seorang wanita yang berzinah meskipun orang-orang Farisi berseru untuk melempari wanita itu dengan baru sampai mati. Namun Alkitab terjemahan Partai Komunis China mengubah cerita itu dengan menjadikan Yesus ikut merajam wanita yang berzina dan mengakui bahwa Dia berdosa.

 

BACA JUGA: Tak Kunjung Usai, Umat Kristen China Dianiaya Bahkan di Tengah Pandemi

 

Nettleton mengatakan betapa terkejutnya dia mendapati yang ditulis ulang seperti itu dan mengurani keilahian Yesus.

“Di satu sisi, tampak sangat arogan apabila saya berpikir, ‘Saya akan menulis ulang kisah Yesus. Kemudian Anda berpikir untuk menyangkal keilahian Kristus,” katanya. “Jika Yesus bersoda, maka Dia bukan Tuhan.”

Catatan selanjutnya menulis bahwa tujuan dari revisi tersebut adalah untuk menunjukkan upaya PKC untuk mengurangi pengaruh Kristen pada warganya.

“Masalah Partai Komunis China adalah kontrol. Mereka melihat pesan Kristen sebagai sesuatu yang bisa mengambil kendali dari partai komunis,” kata Nettleton.

Juru bicara VPM menambahkan bahwa tujuan pemerintah China adalah agar rakyat bangun setiap hari dan bertanya, “Bagaimana saya bisa melayani partai hari ini? Bagaimana saya bisa menjadi komunis yang baik hari ini?”

Di tengah revici PKC terhadap Firman Tuhan, dan kurangnya Alkitab yang benar, VOM berharap bisa mengirimkan lebih banyak Salinan Firman Tuhan kepada orang-orang percaya di Tiongkok.

“Itulah salah satu alasan mengapa Voice of the Martyrs dan kelompok lain begitu berkomitmen untuk mengirimkan Alkitab ke China, bahkan menyelundupkan Alkitab ke China. Karena Alkitab yang benar tidak tersedia,” jelasnya.

“Salah satu hal yang harapkan dari terjemahan baru ini adalah menjadi boomerang, dan orang-orang akan bertanya, ‘Mengapa begitu penting bagi pemerintah China untuk menerjemahkan ulang Alkitab. Mengapa begitu penting bagi mereka untuk mengubah ini?”

 

BACA JUGA: Keluarga Berpenghasilan Rendah China Diminta Untuk Tinggalkan Iman Demi Bantuan Keuangan

Sumber : faithware
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?