Sederhana Banget, Agatha Chelsea Menang Atasi Overthinking-nya dengan 1 Hal Ini

Sederhana Banget, Agatha Chelsea Menang Atasi Overthinking-nya dengan 1 Hal Ini

Claudia Jessica Official Writer
652

Meski dipandang sebagai “pekerjaan yang menyenangkan,” menjadi public figure bukanlah hal yang mudah. Masyarakat memiliki harapan dan standar yang tinggi bagi public figure dan tidak jarang mereka dituntut untuk menjadi pribadi yang ‘sempurna.’ Namun bagaimanapun juga, public figure adalah manusia yang sama seperti kita, yakni manusia yang bisa melakukan kesalahan.

Agatha Chelsea, penyanyi berusia 21 tahun ini menyampaikan sepenggal kecemasan yang dialaminya sebagai seorang public figure.

Saat Agatha berusia 11 tahun, dirinya mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari netizen. Cyberbullying yang dialaminya membuat Agatha tumbuh dengan rasa cemas. Kecemasan yang menimbulkan rasa insecure membuat Agatha takut melakukan berbagai hal karena khawatir akan perndapat netizen. Tak jarang Agatha mendapat hujatan yang dilayangkan oleh netizen melalui sosial medianya.

Efek yang lebih parah dari cyberbullying ini membuat Agatha meragukan dirinya sendiri. Dia meragukan dirinya, meragukan suaranya sebagai seorang penyanyi, meragukan fisiknya, dan meragukan banyak hal lainnya.

Social media is so evil. Dia selalu berusaha mencari kekurangan kita,” pungkas Agatha kepada Superyouth generation.

Cyberbullying yang dialami Agatha ini membuatnya merasa sangat insecure. Dia tidak mau difoto, tidak bisa mengekspresikan dirinya, hingga takut muncul di depan kamera karena takut orang-orang tidak menyukainya, padahal hal tersebut adalah pekerjaannya.

Cyberbullying itu parah banget. Dan cyberbullying itu sama saja dengan bullying. Mungkin gak langsung face to face, tapi words can hurt (kata-kata bisa menyakiti) sekalipun cuma dibaca dari HP,” tutur Agatha.

Melalui kesempatan ini, Agatha berpesan kepada kita yang masih menggunakan sosial media sampai hari ini untuk berpikir dua kali sebelum menuliskan sesuatu atau meninggalkan jejak pada unggahan orang lain.

“Think twice before you say anything on social media and also say in person,” (Pikir dua kali sebelum Anda menulis/mengatakan sesuatu di media sosial maupun secara langsung).

Satu ayat Alkitab yang menjadi pegangan Agatha terdapat pada Mazmur 56:4 yang berbunyi, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu.”

 

BACA JUGA: Kejahatan Cyber Itu Nyata! Waspadai Kata-katamu Kalau Tak Ingin Tersandung

 

Firman ini selalu diingat dan menjadi pegangan setiap kali Agatha merasa overthinking dan anxious.

“Satu-satunya cara yang bisa menenangkan aku adalah ayat ini. Bahwa ketika aku takut, aku punya Tuhan. Aku yakin bahwa Dia ga mungkin memberikan jalan yang salah, atau memberikan tuntunan yang salah dalam hidup aku karena segala sesuatu terjadi dengan suatu alasan, dan rencana-Nya selalu yang menjadi yang terbaik,” ungkapnya.

Berdoa, berusaha sejujur mungkin, melakukan berbagai hal dengan hati yang tulus adalah hal-hal yang dilakukan oleh Agatha untuk menghilangkan kekhawatirannya. Terlebih lagi Agatha percaya bahwa Tuhan selalu mengangkatnya, menjagainya, menuntunnya, dan selalu menjadi pegangan untuknya.

Jika hari ini Anda mengalami berbagai masalah, merasa sedih, merasa terpuruk, merasa sakit hati karena dibully, Sahabat 24 selalu terbuka dan memberikan dukungan untuk Anda. Hubungi 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/InginDidoakan

 

BACA JUGA: Polisi Siber Mulai Beroperasi, Hati-hati Dengan Ketikanmu di Medsos!

Sumber : superyouth | jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami