Terasi yang Biasa Digunakan Untuk Membuat Sambal Bisa Tingkatkan Imun Di Masa Pandemi

News / 17 February 2022

Kalangan Sendiri

Terasi yang Biasa Digunakan Untuk Membuat Sambal Bisa Tingkatkan Imun Di Masa Pandemi

Aprita L Ekanaru Official Writer
564

Mendengar kata terasi, pasti Anda langsung teringat dengan satu kota di Jawa Barat. Iya betul sekali, konon katanya terasi berasal dari Cirebon. Terasi pertama kali diolah oleh Sultan Cirebon I Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Setelah itu, terasi menyebar ke seluruh pelosok negeri bahkan hingga ke mancanegara.

Siapa yang sangka kalau terasi yang sering Anda jadikan sebagai salah satu bumbu pelengkap masakan Anda ini memiliki banyak manfaat. Selain sebagai penyedap rasa, ternyata terasi juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Dilansir dari Kompas.com yang berhasil menghubungi Dr.Laili Rahmawati,STP.,MMA. di UPT Laboratorium Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menjelaskan seputar manfaat terasi untuk kesehatan. Menurutnya, melihat manfaat terasi bisa dari bahan baku yang digunakan. 

 

BACA JUGA: Covid-19 Kembali Melonjak, Naikan Sistem Kekebalan Tubuh Anda Secara Alami Sekarang

 

“Jadi, di pasaran ada banyak grade terasi. Itu semua dilihat dari bahan bakunya. Ada terasi yang terbuat dari ikan, ada juga yang terbuat dari kaldu ikan. Ada yang terbuat dari udang, ada juga yang terbuat dari kaldu udang.” tuturnya kepada Kompas.com pada Jumat (11/02/2022).

Pembuatan terasi sendiri memiliki proses yang sangat panjang, mulai dari merebus, pengeringan, penggaraman hingga proses fermentasi. Oleh karena itu, cita rasa pada terasi cenderung asin dan gurih.

"Melihat dari komposisinya, terasi yang bagus memiliki protein yang cukup tinggi. Setiap 100 gram terasi ada 50 gram protein. Makanya terasi ada yang mahal sekilo bisa sampai Rp 70.000-80.0000," ungkapnya.

Berdasarkan data Kemenkes RI (TKPI), setiap 100 gram terasi mengandung 3.812 mg kalsium, 22,3 gram protein, 78,5 mg besi, 3,3 mg niasin dan 726 mg fosfor.

“Selain itu, terasi juga mengandung zinc, forfor, dan kalsium yang cukup tinggi. Hanya saja yang menjadi masalah adalah terasi yang dibuat menggunakan bahan pengawet atau sodium di ambang batas yang cukup tinggi.” katanya. 

Laili juga menuturkan kalau terasi termasuk ke dalam fermented food yang prosesnya menguraikan protein yang ada pada ikan atau udang menjadi asam-asam amino oleh bakteri asam laktat.

 

BACA JUGA: Biar Sistem Imun Kuat Tangkal Virus, Yuk Olahraga Dengan Cara yang Tepat

 

“Jadi, terasi itu fermentasi secara alamiah. Oleh karena itu, membuat terasi itu sebenarnya membutuhkan waktu lama. Kalau sudah termasuk ke dalam fermented food, itu harusnya bisa tahan lama tanpa menggunakan pengawet.” jelasnya. 

Menurut Laili, terasi yang dibuat melalui proses fermentasi yang benar, maka bisa meningkatkan imun tubuh yang sangat bagus untuk dikonsumsi selama pandemi.

Sumber : Kompas.com dan berbagai sumber.
Halaman :
1

Ikuti Kami