Arti Cinta yang Sesungguhnya
Kalangan Sendiri

Arti Cinta yang Sesungguhnya

Lori Official Writer
      916

1 Yohanes 4: 8

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 44; Kisah Para Rasul 16; Keluaran 37-38

Kita suka menyebutkan kata cinta, seolah tidak ada kata alternative lain untuk menyampaikan isi perasaan itu. Apakah itu berarti kita kecanduan emosional terhadap kata cinta ini?

Jika cinta adalah sosok dari seseorang, dia harus mogok kerja sampai kita memahami kapan harus membuat dia istirahat dari pekerjaannya. Dia pasti kelelahan!

Kita semua melakukannya. Saya mencintai kucing saya. Saya mencintai main drum. Saya mencintai hari yang cerah. Saya mencintai ponsel baru saya. Saya mencintai pakaian Anda. Saya cinta The Beatles. Saya cinta Tom Cruise. Saya mencintai lingkungan tempat tinggal saya. Saya mencintai pekerjaan saya. Saya mencintai Presiden Jokowi.

Bisakah Anda menyalahkan Presiden Jokowi jika dia bingung, terutama jika kata-kata itu keluar dari bibir seorang pria? Dan Tom Cruise? Dia mendapat begitu banyak cinta daripada yang dia ketahui.

 

Pengertian Cinta

Menurut kamus Merriam-Webster, kata cinta atau love dalam bahasa Inggris memiliki 5 pengertian ini:

1. Ungkapan sayang

2. Bentuk gairah, kesetiaan dan kelembutan 

3. Menyukai atau menginginkan secara aktif

4. Berkembang di…

5. Merasakan kasih sayang atau dorongan keinginan

Seperti yang Anda lihat, cinta punya banyak pengertian. Kita bisa memahami maknanya saat kita mengetahui konteksnya. Namun, sebagai makhluk emosional, kita tidak bisa selalu objektif. Terkadang, kita bisa salah paham.

Tetapi mari meluruskan hal ini. Saat pemain National Football League mogok di tahun 1987, liga menyewa pemain pengganti. Hal yang sama juga bisa kita lakukan untuk cinta. Berikut beberapa tindakan pengganti untuk cinta:

1. Menghargai

2. Belaian, pelukan dan ciuman

3. Menikmati, suka dan tertarik kepada

4. Berkembang di…

5. Cinta

Jangan menghilangkan penggunaan kata cinta sama sekali, tetapi bisakah kita mengubahnya untuk membuatnya lebih jelas dalam hubungan kita.

Kadang, kita memakai kata cinta sebagai pernyataan yang berlebihan. Kata kerja seperti menghormati, menyukai, mengagumi, memikirkan dunia, senang, menikmati, peduli, dan sebagainya. Jika kita menghabiskan cinta kita kepada sebuah benda, kegiatan atau orang lain, apa yang bisa kita sisakan untuk orang-orang terdekat kita? Saya tahu kita seharusnya mencintai pasangan kita, tetapi apakah kita benar-benar mencintai segelas kopi di pagi hari kita?

Upaya manusia untuk mencintai, tampaknya begitu dangkal dibandingkan dengan cinta Tuhan.

Alkitab berkata bahwa ‘Allah adalah kasih’ (1 Yohanes 4: 8). Yesus sendiri menempatkan cinta dalam perspektif, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15: 13)

Tuhan menghidupkan cinta untuk kita. Dia mewujudkannya dalam tindakan, dalam bentuk pengorbanan. 

Ada banyak arti cinta yang samar, tak heran banyak orang kesulitan memahami arti kasih dalam Alkitab. Jika kita memakai cinta terkait dengan emosi dan ikatan, maka kasih Tuhan tidak bersyarat. Kasih-Nya tidak sama seperti kasih manusia. Kita tidak bisa melakukan apapun untuk membuat Allah mengasihi kita lebih atau kurang dari yang sudah Dia lakukan. 

Kita perlu merangkul cinta dengan hati kita, bukan pikiran kita. Tuhan sudah menunjukkan kepada kita cinta yang hakiki. Darah Yesus yang tercurah memungkinkan perdamaian dengan Allah, jika kita menerima-Nya. Pertanyaannya adalah: Bagaimana saya akan meresponi kasih Tuhan?

 

Hak cipta Tim Bishop, renungan harian CBN

 

Ikuti Kami