Jika Tuhan Menciptakan Berkat, Apakah Tuhan Juga Menciptakan Kutuk?

Kata Alkitab / 13 February 2022

Jika Tuhan Menciptakan Berkat, Apakah Tuhan Juga Menciptakan Kutuk?

Claudia Jessica Official Writer
753

Kita seringkali mengatakan “God Bless you” atau “Tuhan Yesus memberkati”. Apakah kita sungguh-sungguh saat menyatakan hal itu? Menurut Anda apa bukti seseorang itu diberkati?

Lalu apakah orang Kristen bisa mengalami kutukan?

Ada banyak rentetan pertanyaan mengenai berkat dan kutuk ini. Karena setiap orang pasti mau menerima berkat dan tidak seorang pun mau menerima kutuk.

Mari kita lihat bersama apa Kata Alkitab tentang “Berkat dan Kutuk” ini.

Seringkali orang berpikir bahwa mereka yang diberkati adalah orang yang kaya dan banyak uang. Berkat Tuhan dihubungkan dengan materi berupa kekayaan atau dengan kedudukan, jabatan atau status sosial.

Demikian juga sebaliknya, kemiskinan, sakit penyakit, kemalangan sering dihubungkan dengan kutukan. Apakah benar demikian?

 

Berkat dan Kutuk Berhubungan dengan Ketaatan

Tahukah Anda bahwa Alkitab menuliskan tentang berkat dan kutuk selalu berhubungan dengan ketaatan kepada Tuhan.

Kita bisa mengambil contoh dari kisah Adam dan Hawa. Tuhan memberkati manusia pertama secara langsung saat itu.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28)

Berkat yang diterima oleh manusia pertama adalah berkat pelipatgandaan keturunan dan kuasa untuk mengelola alam.

Di Kejadian 3, kita bisa membaca kisah kejatuhan manusia. Karena ketidaktaatan dan percaya pada perkataan ular, maka Adam dan Hawa mengalami keterpisahan dengan Allah dan Allah mengutuk tanah sehingga manusia harus bersusah payah untuk mendapatkan hasil.

Yang indah dari kisah ini, bahkan dalam kesalahan mereka, Tuhan tidak mengutuk Adam dan Hawa. Tuhan hanya mengutuk ular yang menipu Adam dan Hawa.

“Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.” (Kejadian 3:15)

Namun kepada Adam dan Hawa, Tuhan tidak berkata “terkutuklah engkau.” Bahkan dalam Kejadian 3:15, Tuhan secara tidak langsung memberikan janji akan keselamatan melalui datangnya Mesias yang menghancurkan kuasa Setan.

Selanjutnya, Tuhan mengajarkan secara jelas kepada Bangsa Israel bahwa berkat dan kutuk berhubungan secara tegak lurus dengan ketaatan atau ketidaktaatan mereka. Sehingga apa yang mereka terima adalah hasil dari keputusan mereka.

Musa saat itu berkata kepada Bangsa Israel seperti ini:

“Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.” (Ulangan 11:26-28)

Sebelum itu Abraham menjadi teladan, ketika Tuhan memberikan berkat istimewa dengan berjanji atas Diri-Nya sendiri. Hal itu karena ketaatan Abraham saat diperintahkan untuk mempersembahkan Ishak.

Abraham menerima bukan hanya berkat pelipatgandaan atas keturunannya, namun juga janji bahwa Mesias akan datang melalui keturunannya saat Tuhan berkata, “Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” (Kejadian 22:18)

Kebenaran ini tentu tidak berubah bahwa berkat hanya kita terima saat kita hidup dalam kebenaran Firman Tuhan, dan kutuk akan kita alami saat kita hidup diluar kebenaran firman Tuhan.

 

BACA JUGA: Janji Tuhan Bagi Gereja yang Setia Mengerjakan Amanat Agung

 

Apakah manusia bisa memberikan berkat dan kutuk?

Jawabannya adalah bisa. Alkitab mencatat bagaimana Ishak memberkati Yakub (Kejadian 27:27-30), dan Yakub memberkati anak-anaknya (Kejadian 47-49). Selain itu juga Musa memberkati 12 suku Israel (Ulangan 33).

Hal serupa dengan kutuk, kita bisa membaca kisah Bileam yang dikenal oleh kemampuannya untuk mengutuk (Bilangan 23-24), atau kisah Elisa mengutuk anak-anak dari Betel karena mengatainya botak (2 Raja-raja 2:23-24). Bahkan Yesus pernah mengutuk pohon ara karena tidak berbuah (Markus 11:12-26).

Namun Alkitab memperingatkan kita sebagai orang percaya untuk menjaga lidah kita:

“Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?” (Yakobus 3:9-11)

Lalu apakah orang Kristen bisa kena kutuk?

Amsal 26:2 menyatakan: Seperti burung pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena.

Allah tidak ingin umat-Nya mengalami kutukan, oleh sebab itu Tuhan menghalangi Bileam mengutuk umat Israel.

Selain itu, kita yang percaya kepada Yesus Kristus telah ditebus oleh kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya. Sebab Ia menanggung kutuk kita, sebagaimana dituliskan dalam Galatia 3:13, “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Di dalam Yesus kita telah dibebaskan dari segala kutuk. Kita ada dalam perlindungan-Nya.

Anda telah dimerdekakan, dibebaskan dari segala kutuk. Untuk itu hiduplah melekat dengan Tuhan dan alamilah berkat-berkat-Nya.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami