Cinta yang Sempurna Tak Sama Seperti Dongeng

Cinta yang Sempurna Tak Sama Seperti Dongeng

Lori Official Writer
      1165

1 Yohanes 4: 17

Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 40; Kisah Para Rasul 12; Keluaran 29-30

Saat anak-anak, kita bermimpi memiliki hidup yang bahagia selamanya. Happily Ever After! Kita menghayal dengan sebuah cinta yang sempurna. 

Tetapi saat kita memikirkan cinta yang sempurna, siapa yang muncul dibenak Anda? Mungkin ada banyak dari kita yang akan menyebut seperti pasangan Cinderella dengan Pangeran Tampan. Tetapi ketika saya memikirkan hal ini, saya justru membayangkan Adam dan Hawa.

Tetapi mungkin Anda berpikir pasangan ini adalah contoh cinta yang buruk. Meski begitu, Adam dan Hawa tetap saja merupakan pasangan pertama yang pernah diciptakan untuk satu sama lain. 

Tuhan menciptakan Hawa secara khusus untuk Adam. Dia diciptakan satu sama lain. Hubungan mereka adalah hasil karya Tuhan dan terlepas dari semua itu, mereka menciptakan kehidupan bersama.

Seperti banyaknya kisah cinta saat ini, saya tidak pernah bisa mengubah labu menjadi kereta seorang putri dan suami saya tidak pernah naik kuda putih layaknya seorang pangeran yang menyelamatkan saya dari seorang ratu yang jahat.

Tetapi saya bisa mengubah lemon menjadi minuman segar bagi keluarga saya dan suami saya bisa membuat kami menjadi semakin akrab dengan tetangga kami melalui tumpangan yang diberikan kepada anak-anak kami. 

Saya dan suami saya juga kerap bertengkar dari waktu ke waktu. Kami tidak pergi berdansa setiap Jumat malam atau bangun setiap pagi untuk menonton Sports Center. Tuhan menciptakan pernikahan kami dengan cara-Nya yang sempurna, dengan cara-Nya yang ajaib…hanya Dia yang bisa melakukan hal itu.

Di dalam 1 Yohanes 4: 12, Tuhan menyampaikan hal ini:

“Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.”

Jadi, walaupun Adam dan Hawa adalah lambang dari ketidaksempurnaan, walaupun Adam mungkin lupa membuang sampah dan Hawa kadang lupa memasak, ketidaksempurnaan mereka akan menjadi sempurna ketika mereka saling mengasihi satu sama lain. 

Tak peduli seberapa cacatnya mereka, pernikahan mereka diciptakan sebagai sebuah cinta yang sempurna karena Tuhan menciptakannya dan Dia berdiam di tengah-tengah mereka.

Jangan merasa stress karena hidup tidak sesuai seperti dongeng yang kita tonton. Kisah cinta Anda, tak peduli seberapa sederhana atau seberapa rumitnya, adalah rancangan Tuhan. Dia sendiri menyempurnakannya. Dia yang menulisnya. Dia bahkan mengilustrasikannya dan menandatangani sendiri. Dia yang menulis dan menyelesaikannya sampai tuntas.

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibrani 12: 2)

Hidup bahagia selamanya tidak selalu ditandai dengan menjadi seorang ratu yang mengenakan gaun yang indah dan kuda putih. Sebagian besar waktu-waktu bahagia itu muncul bahkan ketika Anda dan pasangan dalam keadaan berkeringat dan lusuh. Tetapi karena cinta yang kalian punya berasal dari Tuhan, kalian menjadi sempurna dan tidak kekurangan apapun.

Hari ini mari katakan kepada pasangan Anda bahwa dia adalah pribadi yang paling sempurna yang Tuhan kirimkan dalam hidup Anda.

 

 

Hak cipta Brooke Keith, renungan harian dari CBN

 


 

Di tahun 2022 ini, banyak dari kita membuat resolusi untuk mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik. 

Salah satu cara untuk mendapatkan penuaian yang melimpah dan menghasilkan buah adalah saat kita menanam benih di tanah yang subur. 

Penginjilan dan pemuridan adalah tanah yang subur. 

Ada banyak program yang bisa kita sama-sama kerjakan untuk memberitakan injil dan memuridkan generasi. 

Cari tahu apa saja yang bisa kita kerjakan bersama-sama di sini.

 

CBN INDONESIA

 

Ikuti Kami