5 Fakta Dibalik Penyakit OCD yang Banyak Dialami Orang-orang Saat Ini

Health / 2 February 2022

Kalangan Sendiri

5 Fakta Dibalik Penyakit OCD yang Banyak Dialami Orang-orang Saat Ini

Lori Official Writer
2629

Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) adalah sejenis gangguan mental yang ditandai dengan pikiran dan dorongan yang tidak bisa dikendalikan dan selalu berulang. Pikiran obsesif dan perilaku berulang ini bisa berdampak signifikan pada hidup seseorang. Satu-satunya cara untuk membantu penderita adalah dengan menjalani terapi sesuai dengan prosedur medis.

Inilah yang dialami oleh aktor muda tanah air, Aliando Syarief. Dia mengaku sudah menderita OCD sejak duduk di bangku kelas 2 SD. Dia mengaku sudah melakukan terapi selama beberapa tahun belakangan dan sudah jauh lebih baik. Salah satu dampak OCD yang dialami Aliando adalah rasa takut berlebihan yang membuatnya hampir bunuh diri.

OCD bisa seberbahaya itu jika tidak ditangani segera. Untuk itulah Anda perlu memahami lebih jauh tentang fakta dibalik penyakit ini. 

Berikut 5 fakta OCD diantaranya:

1. OCD Menyebabkan Kecemasan Berlebihan

Penderita OCD biasanya akan mengalami kecemasan yang berlebihan sebagai akibat dari pikiran yang tidak bisa dikendalikan. 

Biasanya penderita akan melakukan beberapa hal secara berulang seperti:

- Memeriksa dan memastikan pintu terkunci berulang kali

- Menghitung benda, huruf atau kata

- Menata ulang objek untuk memastikan urutan atau simetri tertentu

- Melakukan hal-hal dalam kelipatan, seperti menyalakan dan mematikan lampu lima kali karena lima adalah angka yang baik.

Meski begitu gejala-gejala di atas bisa terjadi secara berbeda kepada setiap penderita. Ada juga yang gejalanya berupa melakukan gerakan motorik berulang seperti mengedipkan mata atau menggerakkan wajah. Beberapa lainnya bisa terobsesi dengan kebersihan.

 

Baca Juga: Terlalu Terobsesi, Pertanda Gangguan Obsesif Kompulsif

 

2. OCD Bisa Diderita Siapapun di Segala Usia

Sekitar 2.3 persen dari jumlah populasi dinyatakan menderita OCD baik pria ataupun wanita. 

Gangguan mental yang satu ini juga memandang suku dan ras seseorang. Namun ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi munculnya OCD diantaranya:

Usia: Ditemukan bahwa OCD rentan terjadi ketika usia remaja. Begitu memasuki usia dewasa, risiko OCD akan menurun.

Jenis Kelamin: Laki-laki dan perempuan memiliki kemungkinan yang sama menderita OCD setelah masa pubertas, tetapi laki-laki lebih mungkin mengalaminya di masa kanak-kanak.

Genetika: Memiliki anggota keluarga dengan riwayat OCD secara signifikan bisa meningkatkan risiko OCD kepada anak atau anggota keluarga yang lain. 

Peristiwa Kehidupan yang Traumatis: Peristiwa yang traumatis seperti pelecehan seksual atau kehilangan orang yang dicintai, bisa menyebabkan seseorang mengalami OCD.

Struktur Otak: Meskipun hasil penelitian tidak meyakini secara pasti tentang hal ini, namun kemungkinan terdapat hubungan antara gejala OCD dengan struktur otak seseorang.

 

Baca Juga: OCD Timbulkan Gangguan Psikologis?

 

3. OCD Hanya Bisa Didiagnosa Oleh Profesional

Ada banyak orang yang mengkategorikan seseorang dengan OCD hanya melalui kebiasaan yang ia lakukan. Tetapi ternyata mendiagnosa seseorang dengan OCD tidak sesederhana itu.

Gangguan OCD hanya bisa didiagnosa oleh professional terlatih. Mereka akan lebih dulu mencari bukti obsesi dan kompulsi seseorang dan dampaknya terhadap kehidupannya. 

Karena itu, penting sekali mendatangi pakar seperti psikolog, psikiater atau terapis terlatih untuk menganalisis dan mendiagnosa masalah yang sedang dihadapi.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami