Alasan & Makna di Balik Nama “NUSANTARA’ Ibu Kota Negara Baru Indonesia

News / 18 January 2022

Alasan & Makna di Balik Nama “NUSANTARA’ Ibu Kota Negara Baru Indonesia

Claudia Jessica Official Writer
677

Pemerintah secara resmi mengumumkan nama Ibu Kota Negara Baru (IKN) Indonesia yang berlokasi di Kalimantan Timur sebagai “Nusantara” pada hari Senin (17/01/2022) lalu.

Hal ini diumumkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam rapat Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) dengan pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta.

“Ini saya baru mendapatkan konfirmasi dan perintah lagsung dari Bapak Presiden yaitu pada hari Jumat. Jadi sekarang hari Senin, hari Jumat lalu, dan beliau mengatakan ibu kota negara ini Nusantara,” kata Suharso.

Suharso mengaku bahwa sebelum menyampaikan usulan nama-nama IKN kepada Presiden, pihaknya telah berkonsultasi kepada ahli bahasa dan sejarah terlebih dahulu. Dia menyebutkan setidaknya memberikan lebih dari 80 nama yang disampaikan ke Presiden. Beberapa diantaranya adalah Nusantara Jaya, Negara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, Pertiwipura, Warnapura, Cakrawala Pura, Kertanegara

“Sebenarnya nama kami ajukan cukup banyak sekali, termasuk kami panggil ahli bahasa, ahli sejarah dan mereka para pakar itu memilih kata-kata paling tepat,” tuturnya.

“Tetapi kemudian akhirnya yang dipilih kata Nusantara tanpa kata jaya,” jelasnya.

 

Alasan Nama Nusantara Terpilih

Suharso menjelaskan alasan di balik terpilihnya nama Nusantara sebagi IKN baru Indonesia yakni kerena nama Nusantara telah dikenal secara ikonik di dunia internasional sejak lama.

“Alasannya adalah Nusantara sudah dikenal sejak dulu, dan ikonik di internasional, mudah dan menggambarkan kenusantaraan kita semua, Republik Indonesia,” ungkap Suharso

 

Makna Nusantara

Nusantara terdiri dari kata ‘nusa’ berasal dari Bahasa Jawa Kuni yang berarti pulau dan ‘antara’ yang berasal dari Bahasa Sansekerta yang bermakna perbedaan, jarak, selisih, ataupun luar.

 

BACA JUGA: Penampakan Istana Ibu Kota Baru yang akan Dibangun Mulai 2022

 

Asal-usul Nusantara

Kata Nusantara pertama kali diucapkan oleh Gajah Mada, seorang Mahapatih dari Kerajaan Majapahit. Kata nusantara muncul dalam Sumpah Palapa yang dideklarasikan pada abad ke-14.

Lewat sumpah yang terkenal itu, Gajah Mada berjanji untuk menguasai wilayah luar Jawa yang belum berada dibawah pemerintahan Majapahit.

Sumpah Palapa berbunyi: “Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palapa.”

Artinya, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya (baru akan) melepaskan puasa.”

Seiring dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit, kata Nusantara perlahan pudar dan terlupakan.

Kata Nusantara kembali dikenalkan pada tahun 1920 oleh Edward Douwe Dekker, seorang tokoh Tiga Serangkai bersama Ki Hajar Dewantara, dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Mereka memperkenalkan nama Nusantara untuk mengganti nama Hindia Belanda.

 

“Jadi Nusantara itu sebuah konsep kesatuan yang bersedia mengakomodasi kemajemukan itu dan Ibu kita Indonesia dengan nama itu mengungkapkan realitas keIndonesiaan kita,” ungkap Suharso.

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami