5 Alasan Kuat Mengapa Anda Tidak Pernah Sendirian

5 Alasan Kuat Mengapa Anda Tidak Pernah Sendirian

Puji Astuti Official Writer
30167

Hal buruk bisa dialami siapa saja, dan tidak pernah terduga. Kadang hal tersebut dapat mengguncangkan iman seseorang. Mulai dari kehilangan orang yang dikasihi, atau kehilangan pekerjaan, sesuatu yang diluar kendali manusia yang membuat kita kadang mempertanyakan "Dimanakah Tuhan?"

Tetapi kondisi seburuk apapun, perlu diketahui bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak yang dikasihi-Nya. Dia tidak pernah mentelantarkan kita. Mau tahu mengapa?

 

1# Keinginan terbesar Tuhan adalah bersekutu dengan kita

Tuhan menciptakan manusia untuk bersekutu dengan-Nya (1 Korintus 1:9). Sebelum dosa menjamah manusia, Adam dan Hawa lebih dari sekedar pengelola Taman Eden. Mereka diciptakan untuk menikmati persekutuan dengan Tuhan di taman itu, dan hingga saat ini, Tuhan tidak mengubah kerinduan-Nya itu, namun manusia yang berubah dan menjauh dari-Nya. Tidak hanya itu, kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya (Yesaya 43:7) dan bahkan Tuhan bergirang karena kita (Zefanya 3:17).

 

BACA JUGA: 15 Ayat Alkitab yang Jadi Alasan Kenapa Kita Harus Mengampuni Orang Lain

 

2# Tuhan berjanji tidak pernah meninggalkan kita

Tuhan berjanji bahwa "Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." (Yosua 1:5), dan  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5).

Bahkan setelah Yesus naik ke Sorga, Yesus menjanjikan hal yang sama kepada murid-murid-Nya yang berduka, "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu." (Yohanes 14:18). Yesus berjanji akan datang untuk kedua kalinya menjemput orang yang percaya kepada-Nya, namun selain itu Dia juga memberikan Roh Kudus  agar kita tidak merasa ditinggalkan oleh-Nya, "tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." (ayat 26). Jadi Roh Tuhan selalu menyertai kita saat ini, sekalipun tak seorangpun bersama kita.

 

3# Kesetiaan Tuhan tidak dapat dipungkiri

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? ~ Bilangan 23:19

Kadang kita mempertanyakan janji-janji Tuhan saat menghadapi masa-masa sulit, namun selama ribuan tahun janji Tuhan sudah terbukti selalu digenapi. Jadi jika saat ini apa yang Tuhan janjikan belum terlihat di depan mata kita, maka hal tersebut karena belum waktunya Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan selalu setia dan firman-Nya pasti digenapi dengan sempurna dan segera (Roma 9:28).

 

4# Tuhan mengasihi Anda dan tidak pernah melupakan Anda

Jika Anda mempertanyakan kasih Tuhan, ingatlah bahwa sebesar tangan yang terentang di kayu salib, itulah kasih Yesus bagi kita. Dia bukan hanya berkata bahwa diri-Nya mengasihi Anda dan saya, namun membuktikannya dengan mati bagi kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8).

Saat kita dilahirkan baru, kita menjadi anak-Nya dan selamanya kita menjadi anak karena tidak seorangpun dapat merebut kita dari tangan Bapa (Yohanes 10:29).

 

BACA JUGA: 27 Ayat Alkitab Ucapan Syukur Atas Usia Baru

 

5# Tuhan belum selesai berurusan dengan kita

Kadang masa-masa dimana kita seperti ditinggalkan oleh Allah adalah masa Tuhan membentuk kita. Seperti sepotong kayu di tangan pemahat atau seongkok tanah di tangan penjunan, pembentukan itu melewati proses yang tidak mengenakkan. Hal-hal buruk harus dikikis. Karakter yang diperhalus, iman yang dibakar agar menjadi kuat dan juga hati dilembutkan. Musa, Yusuf, Esther, Daniel, Daud dan para pahlawan-pahlawan iman yang tertulis dalam Alkitab, semuanya melewati proses itu. Mereka mengalami kesendirian, dipisahkan, mengalami rasa sakit, berduka dan menderita. Namun semua itu karena Tuhan sedang membentuk mereka agar bisa menjadi alat untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Hal yang sama juga berlaku dengan kita.

Karenanya dalam masa-masa itu, janganlah kita bersungut-sungut. Dapatkan yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" (Roma 9:20). Jawabannya adalah tidak. Karenanya, mari jalani proses ini dengan kerendahan hati, sebab respon kita akan menentukan seperti apakah hasil akhir dari kehidupan kita.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Sumber : Crosswalk.com | Jawaban.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami