Ternyata Ini Alasan Wanita Muslim Mau Jadi Juru Bahasa Isyarat Pernikahan Tuli di Gereja

Ternyata Ini Alasan Wanita Muslim Mau Jadi Juru Bahasa Isyarat Pernikahan Tuli di Gereja

Claudia Jessica Official Writer
483

Seorang wanita muslim membantu pasangan tuli yang mengadakan pemberkatan pernikahan di gereja. Video yang sempat viral itu menuai banyak komentar positif dari warganet karena nilai toleransi yang terkandung di dalamnya.

Video tersebut diketahui dibagikan oleh sang juru bahasa isyarat itu sendiri melalui akun TikToknya @kakuye_yuliyanika. Juru bahasa isyarat yang akrab disapa Kak Uye itu membeberkan alasannya mau masuk ke gereja untuk membantu proses pernikahan pengantin tulis.

Lewat akun Tiktoknya, Kak Uye membagikan alasan mengapa dirinya dengan sukarela hadir di dalam gereja sebagai juru bahasa isyarat bagi kedua pengantin tuli.

 

BACA JUGA: Pengantin Tuli Pemberkatan di Gereja, Wanita Muslim Jadi Juru Bahasa Isyarat

 

“Aku izin menjelaskan sesuai pengetahuan aku yang sedikit ini. Kalau salah, mohon dikoreksi. Jadi sebelum aku masuk ke gereja, aku sudah membaca beberapa referensi mengenai hukum seorang umat muslim masuk ke rumah ibadah agama lain.

Umat muslim di dunia mempercayai beberapa pendapat ulama. Di Indonesia sendiri, mayoritas menggunakan pendapat imam Syafi’i. Menurut pendapat Imam Syafi’i, masuk ke rumah ibadah agama lain hukumnya haram jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah.

Jadi, ini salah satu alasan aku kenapa mau masuk ke dalam gereja. Apalagi aku ke situ karena diundang. Artinya, aku sudah mendapat izin (dari tuan rumah). Beberapa pendapat ulama lain juga ada yang diperbolehkan,” ucap kak Uye berusaha menjelaskan alasannya yang pertama.

Alasan yang kedua adalah Kak Uye percaya bahwa yang dilakukannya merupakan salah satu bentuk toleransi sesama umat beragama yang membutuhkan bantuan.

“Karena kita menggunakan sistem toleransi. Rumah ibadah itu kan suci. Itu tempat ibadah. Sepatutnya sebagai seorang yang berbhineka tunggal ika, kita harus menghargai.

Kenapa saya pilih ikut ke dalam (gereja), karena prosesi pernikahannya diadakan di dalam gereja. Dan di situ pendeta, para undangan, keluarga merupakan orang-orang dengar yang merupakan verbal full. Sementara yang melaksanakan pernikahan itu sendiri adalah teman-teman tuli. Artinya memang di situ dibutuhkan seorang penerjemah agar acaranya bisa berjalan dengan lancar. Mohon maaf kalau ada salah ya, terimakasih,” lanjutnya.

 

BACA JUGA: Viral Foto Pengungsi Sholat Di Gereja, Bukti Toleransi Masyarakat Kudus

 

Tindakan luar biasa yang dilakukan Kak Uye semoga bisa menginspirasi kita semua untuk hidup dalam toleransi ya. Sebagaimana semboyan negara kita, Indonesia, Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami