Paus Fransiskus : Menyakiti Wanita Berarti Menghina Tuhan

News / 3 January 2022

Kalangan Sendiri

Paus Fransiskus : Menyakiti Wanita Berarti Menghina Tuhan

Lori Official Writer
3390

Untuk pertama kalinya pemimpin tinggi Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus menyampaikan bahwa ‘menyakiti wanita berarti menghina Tuhan’.

Pernyataan ini menjadi pesan Tahun Baru 2022 paus bagi jemaat Katolik di seluruh dunia. Dia menyampaikan hal tersebut pada perayaan Misa di Basilika Santo Petrus di Vatikan pada Sabtu, 1 Januari 2022 dan mendesak tindakan kekerasan terhadap perempuan segera berakhir.

Berhubung dengan perayaan Hari Perdamaian Sedunia, Paus memutuskan untuk mengangkat tema seputar ibu dan wanita dimana peran mereka sangat penting di dalam melanjutkan kehidupan.

 

Baca Juga: Mengerikan, COVID-19 di Amerika Picu Rasisme dan kekerasan Terhadap Orang-orang Asia

 

Paus juga memakai pesan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan sebagai salah satu fokus utama di tahun 2022.

“Dan karena seorang ibu memberikan kehidupan, dan wanita menjaga dunia, mari kita semua melakukan upaya yang lebih besar untuk mempromosikan sosok ibu dan melindungi kaum wanita,” ungkapnya, seperti dikutip dari Theguardian.com.

Dia juga membeberkan besarnya penderitaan yang sudah dialami oleh kaum wanita akibat dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

Bulan Desember 2021 lalu, dia menyampaikan kepada salah satu stasiun televisi Italia tentang kasus seorang wanita yang dipukuli oleh suaminya. Dengan geram, Paus menyebut pria tersebut sebagai ‘iblis’.

 

Baca Juga: Marahi Suami Mabuk Malah Dipenjara, Apa yang Harusnya Istri Kristen Lakukan?

 

“Para ibu tahu bagaimana mengatasi rintangan dan ketidaksepakatan, dan menanamkan perdamaian. Dengan cara ini, mereka mengubah masalah menjadi peluang untuk kehidupan yang baru dan pertumbuhan. Mereka bisa melakukan hal ini karena mereka tahu bagaimana menjaga, untuk menyatukan berbagai benang kehidupan. Kami membutuhkan orang-orang seperti itu, yang mampu menenun benang-benang persekutuan di tengah konflik dan perpecahan yang berduri,” ungkapnya.

Selain itu, Paus juga menyampaikan harapannya untuk perdamaian dunia. Katanya, “Semua bisa bahu membahu membangun dunia yang lebih damai, mulai dari hati individu dan relasi dalam keluarga, kemudian di dalam masyarakat dan dengan lingkungan, dan sampai kepada relasi antarumat dan berbangsa.”

Menurutnya ada 3 cara untuk menciptakan perdamaian yaitu: membangun dialog antar generasi sebagai dasar untuk merealisasikan proyek bersama, memberikan peluang untuk pendidikan yang berguna untuk memberikan kebebasan, tanggung jawab dan pembangunan serta membangun kerja sama untuk membangun martabat manusia.

 

Baca Juga: Paus Fransiskus: “Harapan Lebih Kuat dari kebencian, Perdamaian Lebih Kuat Daripada Perang

 

Dia juga mengingatkan semua umat Katolik bahwa perdamaian memerlukan ‘tindakan nyata’ seperti menawarkan pengampunan dan mempromosikan keadilan.

“Dan perdamaian membutuhkan pandangan positif juga, di gereja maupun di masyarakat, jangan buat kejahatan memisahkan kita tetapi jadikan kebaikan sebagai pemersatu kita!” ungkapnya.

Sudah saatnya kekerasan terhadap kaum wanita diakhiri, karena bagaimanapun wanita memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan, sebagaimana Tuhan menciptakannya. Jadi siapapun yang menyakiti wanita berarti menghina Tuhan.

Semoga pesan ini bukan sekadar pesan, tetapi menjadi fokus utama semua pemimpin negara, termasuk Indonesia.

Sumber : CBN | The Guardian
Halaman :
1

Ikuti Kami