Bukan Penampilan Luar, Inilah yang Menentukan Nilai Seseorang

Bukan Penampilan Luar, Inilah yang Menentukan Nilai Seseorang

Lori Official Writer
      1006

1 Samuel 16: 7

Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 9; Yohanes 19; Kidung Agung 1-3

Pertama kali aku bertemu suamiku, aku tertarik dengan mata hitamnya. Aku langsung berpikir kalau dia benar-benar imut, tapi aku berani taruhan kalau dia orang yang bermasalah. Ya, lebih baik aku menjauh dari dia. 

Aku membayangkan Tuhan tertawa menyaksikan interaksi pertama kami. Dia tahu apa tujuan Tuhan atas Bryan untuk masa depanku, yang aku tidak tahu sebelumnya. 

Belakangan, aku baru tahu alasan sebenarnya di balik penampilannya yang tidak meyakinkan. Dia adalah seorang atlet kampus dan mata hitam itu muncul karena dia latihan dengan begitu ekstra. 

Setelah menceritakan penilaian pertamaku kepada Bryan, momen itu malah jadi lelucon yang selalu kami tertawakan bersama. 

Tapi ada pemikiran yang selalu terbersit dibenakku sampai hari ini, Bagaimana jika aku membiarkan asumsi yang tidak akurat itu membuatku menjauhi Bryan saat itu? Pastinya aku tidak akan punya sebuah keluarga seperti sekarang ini dengan dua anak yang dikaruniakan Tuhan.

Aku berharap bisa berbagi denganmu kalau aku belajar tentang bagaimana kita seharusnya menilai seseorang. Kadang bahkan sampai saat ini, aku masih suka menilai orang lain hanya dari penampilannya saja dan aku terus berjuang untuk hal itu. Apakah kamu juga berjuang untuk hal yang sama? Mungkin kamu juga tergoda untuk berasumsi tentang seseorang hanya berdasarkan jenis kelamin, rasa, usia dan penampilannya.

Sangat mudah untuk berasumsi kalau kita tidak akan punya kesamaan dengan mereka yang berbeda dari kita. Jadi kita tidak berusaha untuk terhubung sama sekali. Tapi hubungan indah seperti apa yang Tuhan coba berikan kepada kita kalau seandainya membuka hati dan pikiran kita lebih dari apa yang kita pikirkan?

Salah satu ayat Alkitab favoritku yang bicara tentang hal ini tertulis dalam 1 Samuel 16. Tuhan memerintahkan Samuel mengunjungi Isai untuk mengurapi salah satu putranya sebagai raja. Saat Samuel sampai, dia melihat Eliab dan berpikir, “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” 

Tapi Tuhan berkata kepada Samuel, “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16: 7)

Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel. Tapi Samuel berkata, “Orang inipun tidak dipilih TUHAN.” Lalu dia menyuruh Isai, “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya, “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Samuel pun memanggilnya dan waktu Daud datang, Tuhan berkata, “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”

Awalnya Samuel membuat asumsi yang salah dan bahkan ayah Daud sendiri juga melakukan hal serupa. Banyak orang yang juga membuat asumsi yang salah tentang Yesus sebagai Raja. Mereka mengira Dia akan datang ke dunia dengan penuh kemegahan. Tapi nyatanya, Dia datang sebagai bayi yang rendah hati di dalam palungan. 

Sepanjang jalan menuju salib, orang terus membuat asumsi yang salah tentang Anak Manusia ini yaitu Juruslamat Dunia. 

Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang sama. Kita tidak mau dinilai atau diukur berdasarkan penampilan kita sendiri bukan? Nah, jika kita tidak ingin dinilai demikian marilah kita juga tidak memandang orang lain hanya dari penampilannya saja. 

Sebaliknya, mari memandang setiap orang sebagai ciptaan Tuhan yang segambar dengan Allah. Setiap orang diciptakan oleh-Nya dengan penuh kedahsyatan dan mujizat. Jadi mari mulai mengubah cara pandang kita dengan penilaian yang berbeda karena setiap orang punya nilai dan layak dikasihi dengan kadar yang sama. 

Jangan biarkan fokus kita hanya tertuju pada penampilan luar saja karena hal itu hanya akan membuat kita kehilangan tuntunan Tuhan. Biarkan Tuhan yang menunjukkan kepadamu tentang nilai seseorang dari sisi terdalamnya.

 

Hak cipta Rachael Adams, disadur dari Crosswalk.com

 


Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

Ikuti Kami