Kekuatan Seorang Wanita Terletak Pada Firman Tuhan

Kekuatan Seorang Wanita Terletak Pada Firman Tuhan

Lori Official Writer
      1843

Efesus 6: 13

Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 112; Lukas 24; Hakim-Hakim 11-12

Wanita manapun akan rentan jadi wanita korban luka hati dan perasaan. Bisa karena ucapan orang lain, perlakuan tidak adil dalam hubungan, tertekan karena gak punya kesempatan menggapai mimpinya dan lain sebagainya.

Kamu mungkin pernah mengalaminya di masa lalu. Tapi hari ini, jangan mau hidup lagi sebagai korban. 

Sebagai wanita kamu harus tahu, Alkitab menyampaikan bahwa kita adalah para pengikut Kristus. Perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, tapi melawan pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu dunia yang gelap dan melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6: 12).

Ayat inilah yang mengingatkan aku supaya setiap wanita Tuhan harus menjadi pejuang, bukan menjadi sosok yang ketakutan dan hidup sebagai korban perasaan dan luka hati. Alkitab mengingatkan kita dalam Efesus 6: 10-11 supaya ‘jadi kuat di dalam Tuhan dan dalam kuasa-Nya yang perkasa’ dan untuk ‘mengenakan perlengkapan senjata Allah supaya kita dimampukan untuk melawan siasat si iblis’. 

Alkitab bahkan menyampaikan dengan jelas tentang bagaimana kita mengenakan masing-masing perlengkapan senjata iman sesuai dengan fungsinya.

“…dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat…” (Efesus 6: 16)

Aku mulai berpikir, berapa banyak dari wanita-wanita Tuhan yang jatuh dalam jerat si iblis karena percaya dengan kebohongannya?

Kadang kala dia akan membisikkan dalam hatimu seperti kalimat-kalimat ini:

Gak ada yang benar-benar mengasihimu.

Kamu adalah seorang ibu yang menyedihkan.

Suamimu tidak benar-benar mencintaimu, dia tak lagi menganggapmu. 

Kamu bilang kamu anak Tuhan? Tapi tindakanmu tidak!

Kamu patut malu dengan masa lalumu.

Semua orang tahu kalau kamu pura-pura. Akui saja!

Kamu gak akan pernah bisa menjalani hidup yang bermakna dan penuh tujuan, jadi jangan tak perlu berharap!

Semua kata-kata ini adalah kebohongan si iblis yang berusaha dilemparkan ke kita, menusuk pikiran kita dan membuat kita ragu akan diri kita sendiri. Si iblis mencoba meyakinkan kita kalau firman Tuhan adalah kebohongan dan setiap perkataan mereka benar.

Tapi Alkitab mengingatkan kita untuk mengenakan perlengkapan senjata Allah sebagai pertahanan atas kebohongan, tuduhan dan siasat.

Saat kita mengenakan perlengkapan senjata Allah, kita membungkus diri kita dalam karakter Kristus dan kita tinggal di dalam Dia. Kita harus mengencangkan sabuk kebenaran di pinggang kita. Karena itu melambangkan kebenaran di dalam Yesus (Yohanes 14: 6).

Apa fungsi perlengkapan senjata Allah?

  • Kita harus mengenakan baju zirah keadilan untuk menutupi hati kita dengan kebenaran Kristus (Yeremia 23: 6). 
  • Kita harus mengenakan perisai iman untuk memadamkan anak panah si iblis (Mazmur 84: 11). 
  • Kita harus memakai ketopong keselamatan untuk menjaga kepala dan pikiran kita di dalam Kristus. 
  • Kita harus memakai pedang Roh yaitu firman Tuhan (Yohanes 1: 14).

Waktu si iblis mulai membisikkan kata-kata negatif tentang dirimu, jangan segan-segan untuk menyerangnya. Jangan jadi korban dan akhirnya dimangsa oleh kebohongannya. Sebaliknya, jadilah wanita pejuang. Percayalah dengan kebenaran firman Tuhan yang berkata tentang siapa kamu dan kuasa Tuhan di dalam dirimu. Berdirilah teguh dalam kebenaran.

Cara termudah untuk menghadapi tuduhan dan serangan adalah memuji Tuhan dan berdoa. Jadilah seperti Ratu Ester yang tak mau menyerah dengan siasat jahat yang dia dengar. Dia adalah srikandi iman Tuhan.

Hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, biarlah renungan ini semakin menguatkan para wanita di negeri ini bahwa kamu adalah sosok yang berharga dan berkenan dihadapan Tuhan. Teruslah berjuang dan jangan pernah jadi korban atas kondisi yang kamu alami. 

 

Hak cipta Cindi McMenamin, disadur dari Crosswalk.com


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini. 

DAFTAR DI SINI

Ikuti Kami