Kenapa Tuhan Tidak Kunjung Menyembuhkanku?

Kenapa Tuhan Tidak Kunjung Menyembuhkanku?

Claudia Jessica Official Writer
      948

Yakobus 5: 13-15

Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 101; Lukas 13; Yosua 13-14

Saya sangat percaya dengan mujizat kesembuhan. Saya telah mengalami kesembuhan Tuhan dalam hidup saya sendiri dan saya juga telah menyaksikan kesembuhan berjuta-juta orang selama beberapa dekade dalam pelayanan. Saya sangat terhibur oleh ayat-ayat seperti yang ada di Yakobus. Ayat-ayat ini memberi harapan dan kekuatan yang besar.

Saya percaya bahwa Tuhan menyembuhkan, dan saya juga percaya bahwa kesembuhan bukanlah satu-satunya jalan yang Dia pilih untuk kita. Terkadang untuk menyempurnakan rencana-Nya, Dia membiarkan kita melewati proses, kesulitan, dan penderitaan. Alasannya adalah kita seringkali belajar banyak hal melalui penderitaan yang tidak akan pernah kita dapatkan dari belajar melalui buku, seminar, atau kenyamanan dan kemakmuran.

Paulus memiliki masalah dengan penglihatannya yang tidak pernah disembuhkan oleh Tuhan. Ketika Timotius sakit, Paulus menyuruhnya untuk minum anggur. Lazarus mati sebelum dibangkitkan kembali.

Paulus berkata bahwa dia memiliki duri di dalam dagingnya dan dia berdoa berkali-kali agar Tuhan menyingkirkan duri tersebut, tapi Tuhan tidak pernah melepaskannya. Ayub menderita karena Tuhan memiliki tujuan yang besar baginya daripada sekedar kenyamanan di planet ini. Dan penderitaan Ayub bukan akibat dari kurangnya iman.

Beberapa berkat terbesar di dunia ini datang dari kuasa Tuhan di tengah masa-masa pencobaan. Tuhan mengubah kita, membentuk kita, memperkuat kita, dan membangun kita melalui kesulitan. Tidak ada yang bisa menyamakan perasaan dihibur oleh Tuhan sendiri di saat-saat masa kelam itu.

Selama dua puluh lima tahun terakhir saya melayani, saya telah melihat orang-orang sangat tersakiti oleh ajaran palsu bahwa Tuhan selalu menyembuhkan setiap sakit penyakit. Kepercayaan seperti itu dapat menyebabkan rasa kekecewaan yang sangat besar bagi mereka yang menderita ketika Tuhan memilih untuk tidak menyembuhkan. Dampaknya, orang Kristen yang menderita tidak cukup percaya atau menyembunyikan semacam dosa. Saya telah melihat orang Kristen yang hancur dalam iman mereka atas ajaran yang salah ini.

Kita harus menyadari bahwa terkadang, menyembuhkan atau tidak adalah rencana Tuhan untuk kita. Tapi tidak apa-apa, Dia tetap mencintai kita. Dia masih punya rencana dan Dia masih memiliki tujuan yang besar atas rasa sakit yang kita rasakan. Dan perasaan ini akhirnya akan memberkati kita lebih dari yang kita bayangkan.

Tuhan sering memberikan mujizat kesembuhan, namun terkadang Dia mengajarkan kita lebih banyak hal ketika kita berjalan dalam penderitaan. Tapi untuk mengalami berkat seperti itu, penting bagi kita untuk berlari kepada Tuhan dan tidak menjauh dari-Nya saat berada di tengah badai.

 

Hak cipta oleh Chris Russell, disadurkan dari crosswalk.com.

 


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Jika kamu rindu supaya orang lain juga diberkati sepertimu, mari dukung kami untuk terus menjangkau melalui konten-konten yang kami sediakan lewat pelayanan media kami.

Kamu bisa menjadi mitra Jawaban.com dengan berdonasi 50 ribu setiap bulannya bersama kami. Kabar baiknya, bagi kamu yang berdonasi sebesar 250 ribu setiap bulannya akan mendapatkan bonus satu buah kaos Polo. Jadi, buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk DAFTAR DI SINI.

 

Ikuti Kami