Menemukan Sukacita Setelah Masa Kehilangan

Menemukan Sukacita Setelah Masa Kehilangan

Lori Official Writer
      1307

Mazmur 94: 19

Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 24; 1 Korintus 15; Ayub 27-28

Saat saya masih kecil, saya selalu bisa mengandalkan tiga hal ini setiap kali akan menjalani musim liburan.

Pertama, kalkun lezat ibu yang dipanggang dengan cara yang khas di dalam karung belanjaan cokelat.

Kedua, nikmatnya permen chunky favorit saya yang dimasukkan di dalam stoking.

Ketiga, ibu dan tante saya akan menangis setelah perayaan selesai dan saat semua orang pulang. Saya bahkan tidak bisa memahami kenapa ada orang menangis di tengah perayaan yang amat bahagia ini.

Tapi sekarang saya bisa memahaminya.

Ternyata, ibu dan tante saya punya pengalaman kehilangan ibu mereka, nenek Elsie, tepat di malam Natal. Waktu itu mereka berusia 30-an tahun. Dalam dua tahun terakhir, saya juga kehilangan ayah, ibu, dua sepupu, tante, dua paman dan ibu tiri saya, setelah mereka jadi bagian terpenting dalam hidup saya sejak berusia 13 tahun.

Jadi bisa dibilang, kondisi ini bisa jadi alasan saya tidak akan menikmati sukacita Natal. Menyadari bahwa orang-orang yang saya kasihi tak lagi ada di tengah-tengah kami merampas sukacita liburan saya.

Tapi nyatanya, kehilangan orang yang kita kasihi bukan satu-satunya alasan untuk merasa sedih. Bisa jadi kita sedih karena anak kita bandel, kita jatuh sakit, atau konflik hubungan dengan orang-orang terdekat. Atau mungkin tahun ini musim liburan pertama Anda dilewatkan setelah bercerai. Atau mungkin Anda hanya merasa kesepian dan penuh kesedihan. Apa yang kita lakukan saat sukacita kita dicuri?

 

Baca Juga:

Arti Natal, Pemberitaan Tentang Jalan Kebenaran

Natal Bukan Soal Mengasihi Diri Sendiri, Tapi Natal Bicara Soal Kasih yang Satu Ini….

 

Yang bisa kita lakukan untuk menyembuhkan kondisi emosi ini adalah dengan merenungkan ayat Mazmur 94: 19, “Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.”

Arti dari ‘menyenangkan jiwa’ dalam bahasa Ibrani asli terdiri dari dua kata yaitu Sarappim dan Qereb. Sarappim artinya pikiran yang gelisah. Qereb artinya mengacu pada apa yang jauh di dalam tubuh Anda. Ada banyak kesedihan di hari libur membuat kita gelisah. Tapi, hal itu tidak selalu terlihat oleh orang lain. Malah ada banyak hal yang kita sembunyikan.

Kata ‘menyenangkan jiwaku’ menyiratkan bahwa Tuhan menyenangkan emosi kesedihan kita dengan menyembuhkannya dan membuat kita kembali bersukacita.

Kesembuhan ini bisa kita alami lewat doa yang jujur di hadapan Tuhan. Saya biasanya akan menyampaikan kepada Tuhan betapa saya sangat merindukan suasana Natal yang menyenangkan, bertukar kado  dengan keluarga saya, lalu memintaNya untuk menghibur dan mengembalikan harapan saya.

Saat saya merasa tidak bisa membayangkan menghabiskan momen Natal tanpa ibu dan permen cokelatnya, saya berdoa kepada Tuhan supaya diberikan kekuatan. Dia mendorong saya untuk melanjutkan tradisi yang sudah dimulai oleh keluarga saya. Saya tahu semasa hidupnya, ibu saya berusaha untuk membuat hidup orang lain lebih baik. Jadi, saya terdorong untuk melakukan hal yang sama.

2 Korintus 1: 3 mengingatkan kita bahwa, “Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan..” Tuhan akan menghibur kita supaya kita bisa menghibur orang lain. Dia tidak hanya akan menghibur kita tetapi juga akan menunjukkan bahwa Dia peduli akan hidup kita.

Dengan cara ini, kita bisa mengalami bahwa liburan benar-benar bisa jadi waktu yang paling indah sepanjang tahun. Kesempatan bagi kita untuk menyemangati orang lain dengan kasih Tuhan.

Mari berdoa:

Bapa, hanya Engkaulah satu-satunya sumber sukacita yang sejati dan satu-satunya pemberi harapan yang sejati. 

Bahkan di tengah kesedihanku, kiranya aku bisa berusaha untuk memberikan semangat kepada orang lain, mengarahkan mereka kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin

 

 

Hak cipta Karen Ehman, disadur dari Crosswalk.com

 


 

Anda diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

 

Ikuti Kami