Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login
Natal Bukan Soal Mengasihi Diri Sendiri, Tapi Natal Bicara Soal Kasih yang Satu Ini…. Sumber :

10 December 2018

December 2018
MonTueWedThuFriSatSun
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31
 750
[Daily Devotional]

Natal Bukan Soal Mengasihi Diri Sendiri, Tapi Natal Bicara Soal Kasih yang Satu Ini….

Yohanes 3: 16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 12; Wahyu 18; Maleakhi 3-4

Bacalah sejenak nats Alkitab 2 Timotius 3: 2-5 dan Yohanes 3: 16. Kamu akan menemukan perbedaan yang sangat kentara antara kasih akan diri sendiri dengan kasih Tuhan akan dunia.

2 Timotius 3 adalah bagian dari pelajaran tentang kasih akan diri sendiri. Hal ini kemudian melahirkan banyak pembahasan dan munculnya beragam kelas, konferensi, penerimaan umum di kalangan prikoterapis. Hari ini, hal tersebut diterima sebagai sebuah aksioma yang merupakan masalah emosional yang dialami seseorang dan harus dipulihkan dengan bantuan terapi mengasihi dan menerima diri sendiri. Dengan terapi ini, penderita diharap bisa sembuh dari beragama trauma, ketidakamanan, kecanduan dan sebagainya. Tapi meskipun terapi ini terbilang sangat hebat, tapi menerapkannya kepada penderita saja sama sekali tidak lengkap.

Belakangan ini, kondisi mengasihi diri sendiri bahkan mendapat banyak perhatian. Agak sedikit lupa tapi aku pernah membaca atau mendengar kalau mengasihi diri sendiri justru berkaitan dengan sifat tidak mengasihi.

Karena saat seseorang mulai mengasihi diri mereka sendiri, mereka akan dengan mudah kehilangan fokus memikirkan kebutuhan orang lain.

Orang yang mengasihi diri sendiri hanya akan berpikir soal ‘aku dulu’. Mereka akan banyak mengalami pemikiran dan perilaku yang berpusat pada diri sendiri, seperti orangtua merasa kalau mereka butuh pasangan yang lebih baik untuk merasa baik dan belajar bagaimana mencintai diri sendiri. Mereka merasa kalau apa yang baik untuk mereka harus baik untuk anak-anak karena mereka mengancam dan sering menghancurkan keyakinan anak-anak mereka. Orangtua juga menghancurkan fondasi emosional anak dan harapan akan masa depan mereka. Akibatnya, tingkat perceraian pun semakin meningkat. Seringnya anak-anak butuh waktu bertahun-tahun untuk kembali pulih. Dalam hal ini, orangtua melakukan penipuan kepada anak-anak mereka. Ini tak lain adalah cara si iblis (Efesus 6: 11) yang disebutkan dalam Alkitab sebagai bapa dari segala pendusta (Yohanes 8: 44).

Sementara Tuhan berkata dalam firman-Nya bahwa anak-anak Tuhan harus mengasihi dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budi (Matius 22: 37). Kasih yang kuat dan rela berkorban seperti ini adalah fondasi darimana semua kasih Kristen bertumbuh.

Satu-satunya alasan kenapa Natal muncul terpisahnya manusia dari Tuhan adalah karena alam dan dosa. Inilah sebabnya kenapa Yohanes 3: 16 jadi ayat yang sangat penting di setiap Natal. Itulah jawaban satu-satunya yang diperlukan oleh semua orang yang sudah mati akibat dosa-dosa (Efesus 2: 1-4).

Sementara kasih akan diri sendiri sebenarnya berpegang pada sebuah bentuk kesalehan. Nama yang paling umum diberikan kepada agama ini adalah Humanisme Sekuler, yang mungkin merupakan agama dengan anggota terbanyak.

Humanisme Sekuler sendiri dalam kamus Webster’s New World diartikan dengan ‘duniawi’ atau tidak terhubung dengan gereja. Humanisme didefinisikan sebagai sistem pemikiran apapun yang didasarkan pada kepentingan dan hasrat kemanusiaan. Hal ini hanya mengajarkan tentang moralitas semata.

Hal-hal duniawi seperti yang dituliskan dalam 1 Yohanes 2: 16 hanyalah dorongan keinginan daging dan interpretasi manusia (Galatia 5: 16-21).

Mereka yang menyukai hal-hal duaniawi ini bisa disebut dengan para pengasih yang tidak mengasihi. Mereka terlalu egois bahkan dalam hal memberi kasih. Hal ini tentu saja tak mengejutkan Tuhan dan orang-orang beriman. Karena mereka memang tidak hidup dalam kasih Natal.

Karena itu, pastikanlah dirimu memiliki kasih di dalam dirimu lewat kuasa Roh Kudus yang hidup di dalammu. Dengan pertolongan Tuhan, kamu akan menjadi saluran kasih Natal yang hangat dari hari ke hari dan di sepanjang tahun.

 

Jika hal duniawi masih melekat kuat dalam dirimu, belajarlah soal apa itu kasih Natal

 

Hak cipta Dr.Bob Segress, diterjemahkan dari Cbn.com

Sumber : Jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Share this article :

Mery Purangga 18 January 2019 - 04:04:20

Gembala yang baik

0 Answer

Mery Purangga 18 January 2019 - 04:02:13

Perceraian

0 Answer

Usui_ Takumi 17 January 2019 - 10:23:18

Di bayar utang pada pelanggan rp.200000 pengaruh t.. more..

0 Answer


ROTH GERENEMUS K A U 5 January 2019 - 15:20:01
Saya mohon bantuan doa ny, krna sy mengalami pergo... more..

chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Banner Mitra Week 2


7223

advertise with us