Yakin Ibadahmu Sudah Benar? Coba Buktikan dengan 3 Checklist Ini! Berani Coba?

Yakin Ibadahmu Sudah Benar? Coba Buktikan dengan 3 Checklist Ini! Berani Coba?

Claudia Jessica Official Writer
801

 

Gereja-gereja modern dan pusat tempat “ibadah” saat ini telah mendistorsi arti dari penyembahan yang sebenarnya. Terlalu mudah bagi kita untuk menemukan gereja dan pusat tempat “ibadah” yang lebih fokus pada “penampilan” daripada penyembahan itu sendiri.

Makna ibadah yang sejati harusnya berakar pada kasih yang tulus kepada Tuhan. Pujian, hormat, dan kemuliaan adalah milik Tuhan. Jadi, mari kita coba uji fokus Anda dengan 3 check list berikut untuk mengenali “Apakah saya sudah sungguh memuji Tuhan atau hanya menikmati penampilan para pelayan Tuhan?”

Perform vs Pujian

Alkitab memberitahu kita untuk memuji Tuhan di semua bidang kehidupan (Mazmur 150: 1-6). Mazmur 150: 6 mengatakan, “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN!” Ketika seseorang mencintai Tuhan, dia ingin memuji nama-Nya, dan memuliakan Raja di atas segala Raja, Tuhan di atas segala Tuhan.

Ibadah bukan tentang memiliki peralatan terbaik, musisi terbaik, ataupun peralatan terbaik. Ibadah yang didasarkan pada “penampilan” akan berkaitan dengan seberapa bagus suara penyanyi, seberapa hebat pemain musik atau musisi, atau seberapa cangguh peralatan yang dimiliki. Alkitab tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa kita harus memiliki penyanyi terbaik, pemain musik yang hebat, ataupun peralatan yang canggih untuk bisa menyembah Tuhan.

Ibadah yang berdasarkan pada faktor-faktor ini bukanlah penyembahan yang benar. Yesus peduli dengan hatimu dalam penyembahan. Anda tidak memerlukan penyanyi terbaik, pemain musik yang berbakat, ataupun peralatan yang canggih untuk beribadah. Penyembahan yang benar lahir dari pujian bagi Tuhan.

Banyak orang percaya penyembahan hanya bernyanyi di gereja pada hari Minggu saja. Namun, orang Kristen dapat menyembah Tuhan dalam setiap bidang kehidupan mereka. Sesederhana keputusan sehari-hari. Anda dapat memuji Tuhan lewat berbagai tindakan. Seperti membantu tetangga membuang sampah, membuat kue untuk teman Anda, semua hal itu adalah cara untuk memuji Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyembahan tidak didasarkan pada penampilan yang indah, melainkan pada pujian. Jika Anda lebih terpaku pada penampilan daripada pujian yang sebenarnya, maka inilah saatnya untuk berbicara atau mencari gereja baru untuk mengalihkan fokus Anda ke arah yang benar.

 

1. Fokus pada musik

Cara pertama untuk mengetahui apakah ibadah gereja yang didasarkan pada penampilan adalah fokus terletak pada gaya atau kualitas musik. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketika kita fokus pada kualitas penyanyi, musik, dan peralatan pendukung yang canggih daripada memuji Tuhan, memiliki masalah prioritas. Gereja bukanlah tempat untuk melakukan pertunjukkan, melainkan untuk menyembah.

Gereja tidak perlu memiliki penyanyi terbaik, pemain musik yang hebat, ataupun peralatan yang canggih. Cukup dengan bernyanyi atau memuji Tuhan di dalam hati Anda, itulah penyembahan yang benar. Yesus memerintahkan kita untuk menyembah Dia dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:24).

Ibadah bisa dilakukan dimana saja, kapan saja. Tidak harus ada musik untuk menyembah Tuhan dan Juruselamat kita. Penyembahan yang sejati kepada Tuhan harus berasal dari hati yang dikhususkan untuk memuji Tuhan karena kasih yang tulus kepada-Nya, bukan pada kualitas atau kurangnya kualitas musik.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : iBelieve
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami