Fakta Alkitab: Saudara-saudara Kandung Yesus

Fakta Alkitab: Saudara-saudara Kandung Yesus

Claudia Jessica Official Writer
666

Dalam bulan Desember atau bulan natal ini, dunia sering melihat diorama bayi Yesus dalam pelukan Maria, ibu-Nya dan juga Yusuf ayah-Nya.

Yesus, karakter utama dalam diorama tersebut kerap menarik perhatian bahkan orang-orang yang bukan Kristen.

Lalu apa yang Alkitab katakan tentang keluarga Yesus?

 

Saudara-saudara Yesus

Injil Matius dan Injil Lukas mengidentifikasikan kota Nazaret sebagai rumah masa kecil Yesus dan keluarga-Nya. Beberapa kitab Injil menulis anggota keluarga Yesus, selain ayah dan ibu-Nya.

Dapat dipastikan bahwa setelah kelahiran Yesus, Yusuf dan Maria mempunyai anak-anak lagi, yakni adik-adik Yesus. Hal ini berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan penduduk Nazaret tentang Yesus.

“Bukankah ini putra tukang kayu itu? Bukankah ibunya bernama Maria, dan saudara-saudara lelakinya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan saudara-saudara perempuannya, bukankah mereka semuanya bersama kita?” (Matius 13:55-56; Markus 6:3)

Dari ayat-ayat ini maka dapat disimpulkan bahwa keluarga dekat Yesus terdiri dari orang tuanya, empat adik laki-laki, dan setidaknya dua adik perempuan. Tentu Yesus bukanlah hasil hubungan biologis antara Maria dan Yusuf, yang merupakan orangtua-Nya. Namun secara hukum, mereka adalah orangtua Yesus di bumi, sehingga anak-anak Yusuf dengan Maria dapat dikatakan sebagai “saudara kandung” Yesus.

 

Keluarga Yesus Aktif dalam Pelayanan

Alkitab mencatat bahwa keluarga Yesus terlibat langsung dalam pemberitaan Injil bersama dengan Yesus. Sebagian menjadi pemberita Injil setelah Yesus naik ke sorga, dan beberapa lainnya menjadi orang-orang penting di gereja Perjanjian Baru. Mereka yang disebut sebagai saudara Yesus antara lain Yakobus, Yusuf atau Yoses, Yudas, dan Simon (Matius 13:55; Markus 6:3).

Dalam Galatia 1:19, Rasul Paulus menyebut Yakobus sebagai saudara Tuhan Yesus. Bersama dengan Yohanes dan Petrus, Yakobus menjadi sokoguru jemaat Yerusalem (Gal. 2:9).

Lalu ada Yudas, yang dipercayai sebagai penulis Surat Yudas. Yudas yang dimaksud ini bukanlah Yudas murid yang mengkhianati Yesus. Dalam kitabnya, Yudas memperkenalkan diri sebagai “hamba Yesus Kristus saudara Yakobus,” (Yudas 1:1). Mengingat ia sebagai penulis kitab suci, maka dipercayai bahwa Yudas memiliki pengaruh dalam gereja mula-mula.

Berikutnya ada Yusuf dan Simon (Mat. 13:55). Yusuf memiliki nama yang sama dengan ayahnya, satu hal yang umum ketika itu. Namun Markus 6:3 menyebutnya sebagai Yoses. Mempunyai dua nama juga umum pada masa itu.

Kisah Para Rasul 1:14 mengidentifikasikan bahwa Yusuf dan Simon saudara Yesus turut berdoa di Yerusalem untuk pencurahan Roh Kudus. Dalam 1 Korintus 9:5, Paulus kembali menyinggung “saudara-saudara Tuhan” yang melakukan perjalanan pemberitaan Injil. Kendati tidak disebutkan secara langsung, namun dapat dipastikan Yusuf dan Simon aktif dalam pelayanan setelah kebangkitan Kristus.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami