Anak Dilecehkan Pengurus Gereja di Depok, Adilkah Orangtua Terima Ganti Rugi?

Relationship / 7 December 2021

Kalangan Sendiri

Anak Dilecehkan Pengurus Gereja di Depok, Adilkah Orangtua Terima Ganti Rugi?

Lori Official Writer
1695

Pelaku pelecehan seksual sekaligus pengurus di salah satu gereja di Depok, Syahril Parlindungan Marbun memang sudah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara termasuk pembayaran ganti rugi terhadap korban-korbannya.

Pada Senin, 29 November 2021 silam, dua keluarga korban pelecehan seksual pun menerima restitusi (uang ganti rugi) dari Syahril. Hal ini merupakan hasil dari pengajuan dari orangtua korban pelecehan kepada Lembaga Perlindungan Sanksi dan Korban (LPSK) RI beberapa waktu yang lalu.

Melalui LPSK, orangtua korban dibantu untuk mengajukan restitusi ke Kejaksaan Negeri Depok. Menurut LPSK, pengajuan ganti rugi ini merupakan bentuk dari efek jera bagi pelaku. “Bukan materinya yang kami cari, tetapi yang kami lakukan ini adalah sebagai pembelajaran bagi orangtua yang memiliki kasus seperti ini,” ungkap orangtua dari korban berinisial J.

 

Uang Restitusi Dalam Kasus Pelecehan Seksual

Hampir kebanyakan dari kasus pelecehan anak berakhir dengan hukuman terhadap pelaku. Namun ternyata berdasarkan aturan dari LPSK, rupanya keluarga korban memiliki hak untuk memperoleh uang restitusi dari pelaku. Namun tak banyak orang yang mengetahui regulasi ini, sehingga dianggap sebagai hal baru dalam kasus pelecehan seksual.

Restitusi ini sendiri tertuang dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang LPSK, dimana di Pasal 7 tertuang bahwa korban bisa mengajukan restitusi atau ganti rugi kepada pelaku.

Adapun jumlah ganti rugi yang diterima dua korban yaitu Rp 6.524.000 dan Rp 11.520.639 sesuai dengan tuntutan jaksa.

Jadi, apakah korban pelecehan seksual pantas mendapatkan restitusi? Berdasarkan alasan dari orangtua korban dan juga regulasi yang ada, hal itu bisa menjadi efek jera bagi pelaku.

 

Baca Juga: Ayah dari Korban Pelecehan Seksual Anak di Gereja Depok Mengaku Marah dan Depresi

 

Kenapa Pelecehan Seksual Terjadi?

Pelecehan seksual bisa menyebabkan kerusakan yang fatal pada anak, diantaranya kerusakan psikologis, emosional, spiritual dan fisik. Berdasarkan pandangan Alkitab, jelas tindakan apapun yang dilakukan untuk menyakiti anak-anak sangat tidak dibenarkan oleh Tuhan.

Namun satu-satunya hal yang mendorong banyak pelaku menyakiti anak-anak dengan melakukan tindakan pelecehan seksual adalah karena dia telah dirusak oleh dosa. Pelecehan seksual juga bisa jadi imbas dari kemarahan atau keegoisan atau narsisme. Apapun latar belakang keluarga, emosional atau psikologis pelaku, pelecehan seksual tentang adalah sebuah kejahatan.

Pelecehan seksual TIDAK PERNAH menjadi kesalahan dari anak. Karena itu, orangtua yang mendapati anaknya mengalami pelecehan seksual, tidak boleh menjorokkan atau menyudutkan anak karena dalam posisinya anak hanyalah korban dari tindakan kejahatan. Karena itulah, keluarga atau orang-orang terdekat bisa menjadi pribadi yang bisa mendukung anak untuk melewati masa-masa traumatis yang ia alami.

 

Bagaimana Orangtua Seharusnya Bersikap Terhadap Pelaku?

Orangtua yang merawat dan melindungi anaknya dari segala pengaruh merusak di dunia ini pasti akan sangat marah, sedih, cemas, takut dan terkejut ketika mengetahui anaknya mengalami pelecehan.

 

Baca Juga: Pengurus Gereja Cabuli Anak, Gereja Depok Ini Bantu Atasi Trauma Korban

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami