Pemikiran Lama yang Sama Akan Selalu Menuai Hasil Lama yang Sama

Pemikiran Lama yang Sama Akan Selalu Menuai Hasil Lama yang Sama

Claudia Jessica Official Writer
      645

Amsal 23:7

“Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 127; Yohanes 4; Yeremia 30-31

Apakah Anda adalah salah satu orang yang memiliki mentalitas lemah? Orang-orang dengan mentalitas lemah akan berpikir bahwa “hanya ini yang bisa saya lakukan dan inilah hal terbaik yang saya dapat.”

Amsal 23: 7 mengatakan, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”

Kita bisa menetapkan batas utama dalam kehidupan kita sendiri dan kehidupan anak-anak kita yang melihat bagaimana kehidupan kita sehari-hari menunjukkan bahwa “memang begini nasib hidup saya.” Tanpa sadar, Anda telah mengukir masa depan anak-anak Anda. Dan hal itu dapat berakar permanen di jiwa Anda dan anak Anda hingga menjadi cara hidup Anda.

Manusia adalah makhluk yang belajar dari kebiasaan. Kebiasaan yang baik, kebiasaan yang buruk, dan kita belajar dari apa yang kita jalani. Kita tumbuh dengan cara tertentu dan kemungkinan besar, kita mempelajari cara berpikir yang terbatas dan negative. Maka dari itu, hal itu membawa kepada kehidupan dewasa kita.

Saya mendengar cerita tentang seorang ibu yang selalu membuat ham untuk makan malam liburan keluarganya. Dua selalu memotong salah satu ujung ham sebelum memasukkannya ke oven untuk dimasak. Salah satu putrinya yang masih kecil bertanya mengapa dia melakukan itu, dan sang ibu menjawab, dulu ibunya selalu memotong ujung ham sebelum memasaknya.

Kemudian dia memutuskan untuk menelpon ibunya sendiri dan bertanya mengapa selalu memotong ujung ham? Tanggapannya cukup menggelitik, dia tertawa dan menjawab, “Saya memotong ujung ham karena panci saya terlalu kecil untuk menampung ukuran ham.”

Secara metaforis, berapa banyak dari kita yang akan memotong ujung ham daripada membeli panci baru yang lebih besar? Bagaimana dengan visi besar untuk hidup kita? Terkadang, kita bahkan tidak mempertanyakan realitas kita. Kita bertindak seolah-olah kita tidak memiliki kekuatan untuk membuat perubahan, untuk keluarga dari jalur dan menginjakkan kaki di wilayah yang belum dipetakan.

Kita menjadi puas diri dan nyaman dengan status quo serta tidak pernah berkeliaran melewati tembok batasan yang kita tetapkan sendiri. Kita lebih suka tidak berhasil melakukan apa-apa daripada gagal dalam sesuatu. Kita menyerah bahkan sebelum kita memulai.

Yeremia 1:5 mengatakan, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Tuhan memilihmu. Dia membentukmu. Dia membedakanmu! Itu berarti Dia merancang dan membuat Anda sesuai dengan spesifikasi-Nya yang tepat. Dia menjadikan Anda sesuai gambar-Nya dengan tujuan dan rencana besar untuk hidup Anda. Jadi, tidak peduli bagaimana Anda dibesarkan atau apa yang menyebabkan Anda memiliki pemikiran negatif atau terbatas, Tuhan telah memisahkan Anda untuk suatu tujuan bahkan sebelum Anda dilahirkan.

Kita memiliki darah kerajaan yang mengalir melalui pembuluh darah kita. Kita diciptakan menurut gambar Allah, kita adalah keturunan-Nya, anak-anak-Nya. Tuhan telah membuat kita semua untuk tujuan ilahi untuk memuliakan Dia. Dia ingin memberkati kita dan membuat kita makmur. Dia ingin kita hidup dalam kemenangan yang luar biasa. Kita memiliki otoritas atas segala hal negatif dalam hidup kita. Firman Tuhan adalah kebenaran bagi hidup kita.

Lihat dirimu seperti Tuhan melihatmu. Lepaskan rantai yang mengikat Anda, yang menahan Anda dan membisikkan kekalahan. Pemikiran lama yang sama akan selalu menuai hasil lama yang sama.

Mulailah melihat visi baru untuk hidup Anda dan kehidupan yang akan Anda pengaruhi di masa depan. Anda dapat mengubah jalan generasi berikutnya hanya dengan menyatakan janji-janji Tuhan

 

 

Hak Cipta © Nina Keegan. Digunakan dengan izin.

Ikuti Kami