Fakta Alkitab: Benarkah Kidung Agung Adalah Kitab Erotis?

Fakta Alkitab: Benarkah Kidung Agung Adalah Kitab Erotis?

Claudia Jessica Official Writer
411

“Sosok tubuhmu seumpama pohon kurma dan buah dadamu gugusannya. Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya,” (Kidung Agung 7:7-8)

Bagaimana reaksi Anda ketika membaca ayat Kidung Agung di atas? Terkesan vulgar bukan?

Ya, inilah yang menjadikan Kidung Agung sebagai kitab kontroversi yang dipertanyakan mengapa kitab ini masuk dalam susunan Alkitab!

Apa benar Kidung Agung kitab porno?  Siapa yang menulisnya? Dan apa keistimewaannya?

 

Penulis Kitab Kidung Agung

Kidung Agung dalam bahasa Ibrani disebut Shir Hashirim (שיר השירים) yang berarti lagu dari lagu-lagu atau syair dari syair-syair, sedangkan dalam Septuaginta disebut Asma Asmaton (Ασμα Ασματων), yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Canticles atau Song of Solomon.

Kitab Kidung Agung diyakini merupakan karya raja Salomo. Hal ini sesuai dengan Kidung Agung 1:1, “Kidung agung dari Salomo”. Oleh karena itu dalam bahasa Inggris disebut "The Song of Solomon" atau “Kidung Salomo”. Kemampuan Salomo menulis nyanyian atau syair disaksikan dalam 1 Raja-raja 4:32 dimana ia mampu menggubah tiga ribu amsal, dan seribu lima nyanyian.

Sementara itu tokoh utama dalam kitab ini ialah seorang Gadis Sulam yang disebutkan dalam Kidung 6:13. Gadis Sulam ini diidentifikasi sebagai wanita yang sangat cantik dan berkulit hitam (Kidung 1:5).

Beberapa penafsir beranggapan bahwa “gadis sulam” ini artinya wanita Sunem. Sunem sendiri adalah nama tempat yang berada di wilayah Suku Ishakar (Yos 19:17-18). Alkitab pernah menuliskan bahwa ada seorang gadis Sunem bernama Abisag, yang dipuji karena kecantikannya (1 Raj. 1:3-4).

Orang lain yang disebutkan dalam kitab ini adalah sang gembala, kekasih dari gadis Sulam (Kidung 1:7), dan ibu serta saudara-saudara lelakinya, Raja Salomo, “putri-putri Yerusalem” yakni para wanita di istana Salomo, dan “putri-putri Zion” yakni para wanita yang tinggal di Yerusalem. 

 

Kidung Agung Gambaran Hubungan Allah Dengan Gereja

Kitab Kidung Agung merupakan sebuah kumpulan syair-syair cinta. Kitab ini ditafsirkan sebagai sebuah representasi kiasan dari hubungan Allah dengan Israel atau dengan orang Kristen atau dengan Gereja, atau Kristus dengan jiwa manusia yang sangat intim sehingga diibaratkan seperti hubungan perkawinan.

Jan Fokkelman, seorang teolog dalam bukunya yang berjudul “Menemukan Makna Puisi Alkitab” mengatakan, “Orang Yahudi menafsirkan ‘kekasih laki-laki’ dengan merujuk kepada gambaran Allah sedangkan ‘kekasih perempuannya’ ialah Israel.”

Cinta adalah tema sentral dalam Kitab Kidung Agung. Kekasih laki-laki dan kekasih perempuan dilanda cinta dan sedang membicarakan kisah cinta mereka. Pembicaraan tentang cinta dimulai dari proses pertemuan mereka, kekaguman satu dengan yang lain, dan bagaimana mereka mengungkapkan kerinduannya.

Hal ini mengungkapkan kualitas kasih antara Kristus dan gereja sebagai mempelai-Nya. Di dalamnya tersampaikan gambaran cinta yang ekslusif, penuh pengabdian dan sangat pribadi antara satu dengan yang lain, sehingga masing-masing tidak memberi peluang untuk bercumbu dengan pihak yang lain.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami