3 Pelajaran Iman yang Bisa Dipetik dari Seekor Burung Elang

3 Pelajaran Iman yang Bisa Dipetik dari Seekor Burung Elang

Lori Official Writer
11246

Ada berbagai hewan yang mungkin jauh lebih menarik dibanding dengan seekor burung elang. Tapi saat menyaksikan burung ini terbang melintasi langit adalah sebuah pemandangan indah. Elang benar-benar tampak kuat dan anggun. Meskipun mereka dijuluki sebagai hewan predator yang sangat menakutkan, tapi mereka juga adalah sang navigator yang sangat tajam. Gak heran kalau negara Amerika Serikat memilih Elang Botak  sebagai lambang negaranya.

Bukan hanya Amerika saja yang menjadikan burung Elang sebagai simbol. Tapi tentara Romawi Kuno juga menyematkan simbol elang di spanduk emas mereka sebagai simbol kehormatan dan kekuatan kaisar. Mitologi Skandinavia juga penuh dengan lambang burung elang. Bahkan Musa sendiri menyamakan Allah dengan burung elang lewat kata-kata terakhirnya kepada orang Israel.

“Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.” (Ulangan 32: 11-12)

Tapi kalau kita perhatikan, ada perbedaan antara cara Musa menggambarkan burung elang dengan cara budaya atau negara lain. Kalau kebanyakan negara atau budaya lebih fokus kepada kekuatan dan keperkasaan burung elang, maka Musa memilih untuk fokus kepada kelemahlembutannya.

 

Baca Juga: Jadilah Pemenang, Seperti Seekor Rajawali Yang Mengalahkan Ular

 

Yang kita tak ketahui dari seekor burung elang ternyata sebuah metafora yang melambangkan tentang kasih Tuhan. Ada beberapa pelajaran iman yang bisa kita petik dari sosok seekor burung elang:

1. Lemah Lembut

Kalau pada umumnya elang digambarkan sebagai burung yang kuat, ulet, punya penglihatan yang tajam, terbangnya yang cepat, cerdas, dan juga setia. Maka ada sisi lain yang gak kalah penting yang dimiliki seekor elang yaitu kelemahlembutan kepada anak-anaknya. Meskipun mereka adalah kawanan pemangsa tapi hati mereka tetap punya sisi kelembutan.

Sebagaimana kita tahu kalau ternyata elang sangat setia merawat dan membesarkan anak-anak mereka. Selama masa inkubasi, salah satu induk akan tetap berada di sarang untuk memberikan kehangatan dan perlindungan kepada anak-anaknya. Sementara induk yang lain akan berburu dan mengumpulkan persediaan. Mereka juga selalu mengawasi keamanan sarang dari jarak dekat.

“Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah TUHAN semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya, melindungi dan menyelamatkannya, memeliharanya dan menjauhkan celaka (Yesaya 31: 5), yang akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4: 19), dan tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau (Ulangan 31: 6).

2. Pembela

Elang adalah burung yang memiliki pertahanan yang kuat. Saat predator lain yang lebih kuat darinya mencoba untuk mencuri sarang, anak-anaknya atau makanannya, elang akan berusaha untuk melawan dan melindungi apa yang menjadi miliknya.

Alkitab mengajarkan kita bahwa Tuhan adalah seorang pembela (Mazmur 46: 1). Dia adalah batu karang kita dan keselamatan kita (2 Samuel 22: 3-4). Bahkan di tengah bahaya, kita bisa merasa nyaman karena Dia akan selalu melindungi dan menjaga anak-anakNya.

 

Baca Juga :  Berubah Menjadi Rajawali

 

3. Sanggup Bertahan

Induk elang biasanya akan sangat jarang kembali ke sarang dan membawa lebih sedikit makanan. Saat mereka kembali, mereka akan berusaha untuk meruntuhkan garis kenyamanan di sarangnya. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan anak-anak elang untuk mau terbang melatih sayap-sayap mereka meski di tengah kebingungan, rasa frustrasi dan kelaparan.

Induk elang akan mengajarkan anak-anaknya untuk berani bertahan hidup di tengah lingkungan yang tidak nyaman. Karena dengan lingkungan yang mengancamlah anak-anaknya akan tumbuh, velajar dan mengembangkan keterampilan bertahan hidup mereka.

Meskipun tindakan yang dilakukan induk elang tampak sangat kejam, tapi inilah tindakan kasih sayang yang dimiliki seekor elang terhadap anak-anaknya. Mereka percaya bahwa tanpa kemampuan untuk bisa terbang, anak-anak ini tidak akan mampu bertahan dan berkembang. Tapi saat anak elang lulus dari tes itu, induknya telah memberinya satu penghargaan terbesar yaitu karunia untuk terbang dengan sebebasnya.

 

Baca Juga: Tuhan Mau Kita Memiliki Kemampuan Seperti Elang

 

Iman bagi orang Kristen ibarat terbang bagi seekor elang yaitu kunci utama untuk bisa bertahan hidup dan berkembang.

Alkitab mengajarkan kita bahwa mereka yang berharap kepada Tuhan akan melayang di atas sayap seperti burung elang (Yesaya 40: 31). Bagi kita, bisa terbang seperti seekor burung adalah sebuah janji akan belas kasih dan kemurahan hati Tuhan atas kita. Dia adalah Tuhan yang mengenal dan bahkan tahu nama kita dan Dia tak sekapun akan meninggalkan kita.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami