Ketika Penderita Virus HIV Seperti Saya Bertobat – Iwan Harto

Ketika Penderita Virus HIV Seperti Saya Bertobat – Iwan Harto

Lori Official Writer
2034

Pada saat saya divonis HIV, saya merasa hancur. Saya merasa diri saya kotor dan tidak berguna. Apalagi itu adalah penyakit yang mematikan. Saya merasa hidup saya sudah tak lagi punya harapan.

Setelah mempertimbangkan keadaan saya, saya memutuskan pulang ke Jakarta. Di situ saya minta maaf ke orangtua saya. Saya bilang saya sakit. Mereka merawat saya.

Rekam medis saya dibawa ke Jakarta. Lalu dicek dan ternyata tubuh saya sudah banyak mengalami komplikasi akibat virus HIV tersebut. Saya mengalami infeksi paru-paru, TB paru, TB kelenjar, fungsi hati yang gak normal, sama Hepatitis C. Jadi penyakit saya sudah susah diobati.

Di momen saya sudah tak berdaya, saya melihat papa dan mama saya merawat saya dengan kasih. Bagaimana cinta mereka ke anaknya. Di situlah saya yakin gak ada papa di dunia dan papa di surga mau anaknya mati dengan sia-sia.

 

Baca Juga: Abdul Gofur, Anak Laki-laki Satu-satunya yang Pilih Bunuh Diri Karena Ditolak Keluarga

 

Saya sadar waktu itu bahwa Tuhan kasih saya kesempatan kedua untuk hidup. Ada satu momen yang saya gak akan pernah bisa lupain. Di saat saya sekarat, saya dikasih hadiah Alkitab. Seumur-umur saya gak pernah dapat kado.

Saya juga mendapat ayat tentang wanita pendarahan yang hanya menjamah jubah Yesus saja dia sembuh. Dari situlah saya meyakini bahwa Tuhan itu baik. Sebelum tidur saya sempatkan untuk berdoa. Saya peluk Alkitab itu. Pada dasarnya saya mau percaya. Saya tahu bahwa untuk sembuh dari virus ini mustahil bagi saya, tetapi tidak mustahil bagi Tuhan.

Setelah saya berdoa, mohon ampun, saya merasakan ada kekuatan di dalam diri saya. Yang sebelumnya tidak bisa berdiri dan berjalan, sekarang saya mampu sendiri. Bisa makan sendiri dan berangsur-angsur pulih.

Setelah sebulan, kondisi saya membaik. Tahap pengecekan terakhir saya dinyatakan sembuh. Infeksi paru-paru saya sembuh, TBC sembuh dan fungsi hati normal. Walaupun virus HIV masih ada. Tapi saya tidak pernah takut hidup berdampingan dengan HIV karena saya percaya Tuhan itu ada dan selalu menjaga saya. Saya yakin Tuhan kasih kekuatan buat saya.

 

Bahan Renungan

Masalah yang dialami Iwan Harto diawali dari pergaulannya yang buruk. Sejak putus sekolah, Iwan memilih untuk bergaul dengan orang-orang yang tidak baik. Lama kelamaan, dia tertular oleh kebiasaan buruk dari teman-temannya. 

 

Baca Juga: Tommy Wong: Anak Yatim yang Sukses Setelah Gagal Berulang Kali

 

Lewat kisah kesaksian Iwan, kita diingatkan beberapa hal. Pertama, bahwa ‘Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik’ (1 Korintus 15: 33). Firman Tuhan adalah pelita hidup. Karena itu kita harus menjaga hidup kita sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Kedua, keinginan untuk mau berubah akan menggerakkan Tuhan untuk bekerja. Jika Anda sungguh-sungguh ingin berubah, segeralah melakukannya. Minta Tuhan menolong Anda untuk mematikan setiap kebiasaan yang bisa membunuh Anda.

 

 

Jika Anda sedang mengalami pergumulan dalam hidup Anda, jangan putus harapan. Tuhan setia menolong Anda. Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini: https://bit.ly/ButuhDukunganDoa

 

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami