Doa Tak Dijawab, Aku Kecewa dan Marah Sama Tuhan – Tanius Lomma Yikwa

Doa Tak Dijawab, Aku Kecewa dan Marah Sama Tuhan – Tanius Lomma Yikwa

Lori Official Writer
926

Tanius Lonna Yikwa, putra Sorong, Papua ini secara pendidikan memiliki kesempatan besar untuk memperoleh pekerjaan terbaik di kampung halamannya. 

Lulusan S1 dari kota Surabaya ini sempat bekerja di bidang Travel dan Tourism Industri selama 8 tahun. Hingga pada akhirnya pandemi Covid-19 membuat bidang pariwisata mati suri. 

Karena pendapatan tak lagi ada dari pekerjaan ini, dia akhirnya mencari alternatif pekerjaan yang lain untuk mendapatkan pemasukan.

Sayangnya, usaha itu tampak sia-sia. Selama satu tahun dia masih terus mencari pekerjaan di kotanya Sorong. Apalagi perusahaan di sana hanya membuka kesempatan kerja satu pintu yaitu lewat dinas tenaga kerja. Sekalipun sudah berkali-kali membuat lamaran dan beberapa kali melalui tahap wawancara, namun kesempatan itu tampak masih belum berpihak kepadanya.

Saat itu, kesempatan satu-satunya bagi Tanius adalah lowongan kerja dari sebuah perusahaan gas alam LNG Tangguh yang tengah mencari sebanyak 70-90 calon pekerja baru. Meski sedikit pesimis lantaran pelamar yang melunjak mencapai 900 orang, dia tetap melamar.

Selama masa menunggu panggilan inilah setiap hari Tanius kerap membuka website Jawaban.com. Dia membaca dan menonton tayangan video yang tertera di dalam artikel tersebut. Dia mengaku sangat diberkati dan berharap bisa mengalami mujizat Tuhan seperti kesaksian yang dia baca dan tonton. 

 

Baca Juga: Kepergian Sang Ayah Buat Sintia Kecewa Berat Pada Tuhan, Bersyukur Sahabat 24 Tepat Waktu

 

Hubungi Sahabat 24

Pada tanggal 11 Juli 2020, dia pun tergerak untuk menghubungi Sahabat 24 lewat pesan Whatsapp. Dia meminta dukungan doa agar bisa memiliki pekerjaan baru di perusahaan yang dia lamar.

Kemudian pada 24 September 2021, dia kembali menghubungi Sahabat 24. Mengejutkannya, dia menyampaikan bahwa dia sudah bekerja di perusahaan yang dia inginkan.

Dia mengaku bahwa awalnya sulit menerima kenyataan bahwa dia harus berulang kali gagal mendapatkan pekerjaan. Bahkan dia sempat kecewa dan marah kepada Tuhan karena doa yang dia minta didoakan oleh Sahabat 24 tidak terjadi seperti yang dia harapkan.

Kegagalan sebelum-sebelumnya itu, membuat Tanius putus asa dan bahkan berpikir jika Tuhan tuli dan tidak mendengar doa-doanya. Dia bahkan mengaku sempat tak lagi percaya dengan janji-janji Tuhan. Hingga suatu sore dia kembali merenungkan kembali firman Tuhan saat sedang jogging sore.

Dia menyaksikan burung-burung yang sedang beterbangan dan seketika teringat dengan firman Tuhan dalam Matius 6: 26-30, bahwa “Burung di udara yang tidak menabur tetap Tuhan pelihara dan bahkan bunga bakung di ladang Tuhan dandani dengan indah”.

Di momen itulah Tanius segera berdoa dan meminta pengampunan dari Tuhan atas responnya. Dalam sikap berdoa tersebut, tiba-tiba semua rasa kecewa, marah, jengkel dan khawatir akan masa depannya hilang seketika.

Hanya ada damai sejahtera yang tak pernah dia alami sebelumnya memenuhi hatinya. Bahkan Tanius mengalami mujizat Tuhan saat itu juga. Dia mendengar suatu suara yang berkata supaya dia segera pulang dan melihat daftar nama-nama pelamar. Siapa sangka di dalam daftar tersebut tertera namanya dan dinyatakan lolos seleksi. 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : SAHABAT 24
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami