PPKM Selesai, WHO: “Tetap Harus Waspada Karena ...”

PPKM Selesai, WHO: “Tetap Harus Waspada Karena ...”

Claudia Jessica Official Writer
468

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimulai sejak 13 September lalu akan berakhir pada hari ini (20/09). Sebagaimana kita ketahui, pemerintah telah memulai PPKM sejak bulan Juni lalu dan kerap kali diperpanjang tiap minggunya dengan tujuan menekan penyebaran kasus covid-19.

Pada PPKM periode 13-20 September terlihat kasus baru covid-19 tidak seagresif seperti sebelumnya. Rata-rata penambahan kasus positif berkisar di angka 3000, lebih baik dibanding dengan periode sebelumnya yang berkisar pada 5000 kasus. Selain itu, puncak kasus harian sebanyak 56 ribu yang terjadi pada 15 Juli lalu, turun menjadi 2.500 kasih per hari pada 13 september.

Gambar: Perkembangan Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Per-Hari Periode 2-19 September


Secara akumulasi nasional, saat ini jumlah kasus covid-19 di Indonesia telah mencapai 4,19 juta dengan 3,989 juta kesembuhan. Melalui hal tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa, Indonesia berhasil keluar dari daftar 10 negara dengan kasus covid-19 tertinggi di dunia.

“Alhamdullilah angka penularan Covid-19 menunjukan penurunan, kita optimis tetapi harus tetap waspada. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar jumlah kasus tertinggi di dunia,” katanya.

BACA JUGA: Aktivitas di Jawa-Bali yang Wajib Pakai Aplikasi Peduli Lindungi, Yuk Cek di Sini

Kendati demikian, WFO memperingatkan agar tidak cepat puas dan kita masih harus tetap waspada. Menurutnya, Indonesia harus memberikan perhatian khusus pada empat provinsi karena meningkatnya mobilitas masyarakat seiring dengan pelonggaran kebijakan PPKM. Empat provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

“Ada peningkatan signifikan mobilitas masyarakat di bidang ritel dan rekreasi yang telah mencapai prapandemi,” tulis terbaru WHO (organisasi kesehatan dunia) “Covid-19 Situation Report-72”, dikutip Jumat (17/9/2021), sebagaimana dilansir dari cnbcindonesia.

Kemungkinan meningkatnya mobilitas, akan berdampak pada transmisi Covid-19 dan dapat berujung pada kenaikkan kasus kembali. Untuk alasan tersebut, WHO meminta rencana antisipasi dan mitigasi.

Selama virus covid-19 belum hilang, pemerintah menyatakan akan terus menerapkan PPKM. Meski terus memberlakukan PPKM, pemerintah melonggarkan pembatasan di sejumlah daerah secara bertahap. Ada beberapa fasilitas umum yang telah diizinkan untuk buka kembali seperti mal, taman bermain, tempat rekreasi, pasar, bioskop, dan tempat peribadatan. Pembukaan fasilitas umum tersebut tentu diikuti dengan penerapan protokol kesehatan ketat, salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi minimal dosis pertama.

Seiringan dengan hal tersebut, pemerintah masih terus menggenjot vaksinasi untuk seluruh masyarakat.

Tentu kita bersyukur dengan menurunnya kasus covid-19. Namun kita tidak boleh cepat puas dengan hal tersebut dan masih harus tetap waspada sebagaimana yang diingatkan oleh WHO. Selain itu, mari kita berdoa agar Indonesia dapat segera pulih kembali seperti sedia kala dan masyarakat sehat selalu.

BACA JUGA: Bukan Cuma Kita, Ternyata Tokoh Alkitab Juga Ada yang Pernah PPKM Lho! Siapa ya?

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami