Bukan Cuma Kita, Ternyata Tokoh Alkitab Juga Ada yang Pernah PPKM Lho! Siapa ya?

Bukan Cuma Kita, Ternyata Tokoh Alkitab Juga Ada yang Pernah PPKM Lho! Siapa ya?

Claudia Jessica Official Writer
653

Banyak orang menyuarakan rasa frustrasi dan kekesalan mereka karena pemerintah terus memperpanjang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) lantaran berbagai alasan, mulai dari terbatasnya ruang gerak, tidak ada pemasukan untuk ekonomi keluarga, hingga menipisnya persediaan makanan.

Apakah Anda juga merasakannya?

Kendati demikian, kita harus mendukung pemerintah dalam pelaksanaan PPKM ini demi kebaikan bersama. Karena kita semua ingin agar pandemi ini segera selesai. Agar kita bisa menjalani dan melewati isolasi dan pembatasan ini dengan tetap bersukacita, mari kita bahas apa Kata Alkitab tentang hal ini.

Salah satu tokoh Alkitab juga pernah merasakan yang saat ini kita sebut PPKM. Nuh dan keluarganya adalah contoh tokoh Alkitab yang menjalani isolasi dan pembatasan dalam waktu panjang.

Tahukah Anda bahwa berdasarkan perhitungan yang ditulis Alkitab, Nuh dan keluarganya berada di dalam bahtera selama 371 hari lamanya. Itu artinya keluarga Nuh dan keluarganya hanya melakukan aktifitas di dalam bahtera saja selama satu tahun dan 6 hari (Kejadian 7:4 - Kejadian 8:18).

Bukankah kondisi mirip isolasi yang kita alami saat ini? Bahkan kita memiliki kondisi yang lebih baik, karena kita masih bisa memantau kondisi di Indonesia dengan media, menghubungi keluarga yang jauh dengan kecanggihan teknologi saat ini, bahkan masih bisa keluar rumah walau dengan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan Nuh, hanya bisa mengandalkan burung yang Tuhan perintahkan untuk dilepas agar mengetahui kondisi di luar bahtera.

Yang membedakan kita dengan keluarga Nuh adalah mereka menjalani lockdown di bahtera berdasarkan petunjuk Tuhan, sehingga mereka telah mempersiapkan apa yang mereka butuhkan.

Walau saat ini kita menjalani pandemi panjang tanpa peringatan terlebih dahulu, namun Tuhan tetap menjadi faktor utama dan penting bagi kita untuk bisa melewati masa-masa sulit ini bersama.

Filipi 4: 6 menyatakan, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Jangan ijinkan kekuatiran mencuri sukacita Anda. Saat kondisi semakin sulit, bersatulah sebagai satu keluarga dan datanglah kepada Tuhan. Seperti ayat di atas, nyatakanlah keinginan dan permohonan Anda dalam doa dan ucapan syukur.

Percayalah, perjalanan iman Anda sebagai satu keluarga akan menjadi sebuah warisan berharga bagi anak-anak Anda, dalam perjalanan kehidupan mereka selanjutnya.

Keluarga Nuh selama di dalam bahtera memiliki pekerjaan yang sangat besar, yaitu memelihara semua hewan yang dibawa masuk agar tetap hidup dengan baik (Kejadian 7:1-5). Tentu itu bukan hal yang mudah bukan, butuh kerja keras dan kerjasama sebagai sebuah keluarga.

Hal yang sama juga harus kita lakukan saat ini, bahkan mungkin untuk Anda yang saat ini harus kehilangan pekerjaan karena pandemi. Mintalah hikmat Tuhan untuk memulai sebuah usaha yang bisa Anda kerjakan di rumah.

BACA JUGA: Aktivitas di Jawa-Bali yang Wajib Pakai Aplikasi Peduli Lindungi, Yuk Cek di Sini

Bekerjalah sebagai sebuah tim dalam keluarga, jangan saling menyalahkan. Sebaliknya, harus saling mendukung dan menolong sehingga bukan hanya pekerjaan di rumah dapat ditangani, namun juga keluarga Anda bisa memiliki pemasukan sehingga dapat memenuhi kebutuhan seluruh keluarga.

Mari tetap peduli dengan sesama, bahkan dalam kesulitan kita.

Hal yang membedakan isolasi dan pembatasan yang dialami oleh Nuh yang saat itu dalam bahtera dengan kita saat ini, adalah kita masih bisa menunjukan kepedulian dan menolong sesama yang ada di dekat kita.

Kesulitan dan pandemi yang kita alami bukan menjadi alasan untuk fokus pada masalah dan menjadi egois. Sebaliknya, sekalipun dalam keterbatasan yang kita miliki, kita merasakan penderitaan sesama dan belajar menabur, menolong mereka yang juga menderita dan kekurangan.

Memang tidak mudah, tetapi mari kita belajar dari kisah Janda Sarfat yang hanya memiliki segenggam gandum dan sedikit minyak, namun dengan taat ia membagi sedikit roti yang dibuatnya dengan Nabi Elisa (1 Raja-raja 17:9-14). Tuhan membuktikan bahwa Ia mencukupkan kebutuhan janda itu dan anaknya.

Tuhan yang sama pasti memelihara kehidupan Anda dan keluarga juga. Mari tetap bermurah hati dan menabur kebaikan di masa pandemi ini. Mulailah dari tetangga Anda, teman atau mungkin saudara Anda yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Tetap semangat menjalani PPKM ini ya, pastikan juga jalankan protokol kesehatan dengan baik. Bersama, kita pasti bisa melalui pandemi ini.

Jika saat ini Anda membutuhkan dukungan doa dalam menghadapi pergumulan hidup, mari hubungi tim doa kami melalui WhatsApp di no 0822 1500 2424 atau klik link https://bit.ly/yjInginDidoakan atau telp di 0811 9914 240.

Anda merasa diberkati dengan artikel ini? Anda juga bisa menjadi berkat dengan membagikan artikel ini kepada orang lain. Atau Anda juga bisa mendukung kami untuk terus menciptakan konten-konten baru yang inspiratif dengan menjadi mitra CBN. Bergabunglah bersama kami dengan klik TOMBOL INI.

Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami