Bagaimana Tuhan Mengubah Kegagalan Kita Menjadi Keberhasilan?

Bagaimana Tuhan Mengubah Kegagalan Kita Menjadi Keberhasilan?

Lori Official Writer
613

Bagaimana Tuhan bisa memakai kegagalan kita dan mengubahnya menjadi keberhasilan? 

Sama seperti para ilmuwan yang ribuan kali mencoba penemuan muktahirnya, jika mereka berhenti dan menyerah di tengah kegagalannya maka mereka tidak akan pernah membuat penemuan hebat seperti pesawat terbang, bola lampu, televisi dan masih banyak lagi. 

Jika kita melihat kegagalan bukan sebagai akhirnya, kita akan terus bertahan dan bergerak maju. Saat itulah kita bisa melihat bahwa kegagalan kita bisa menjadi landasan untuk keberhasilan di masa depan.

Seorang wanita yang sedang berenang menyerangi Selat Inggris pada akhirnya menyerah, tetapi saat dia naik ke perahu, dia isa melihat melalui kabut bahwa dia akan sampai hanya kurang dari satu mil saja. Intinya, keberhasilan mungkin datang tepat setelah Anda merasa ingin menyerah. Para penemu hebat belajar bahwa jika mereka gagal, mereka akan terus mencoba dan mencoba, tetapi satu hal yang tidak akan mereka lakukan adalah menyerah.

 

Kesuksesan Bisa Mengarah Pada Kegagalan

Ada banyak orang ketika sudah berada di posisi atas, mereka justru jatuh. Keberhasilan mereka menguap begitu cepat seperti embun. 

Penyebabnya adalah kesombongan. Saat berada di tengah kesuksesan, mereka mulai menyombongkan diri mereka. 

Seorang pendeta akan meminta beberapa untuk mengakui bahwa khotbah adalah yang terbaik dari khotbah yang pernah mereka dengar. Lalu dia bertanya kepada istrinya, “Menurutmu berapa banyak pengkhotbah hebat yang ada di dunia ini?” Dia dengan bijak menjawab, “Satu saja seperti dari yang kamu pikirkan.”

Saat kesombongan muncul, maka terjadilah kejatuhan. Semakin tinggi seseorang naik, semakin mudah dia jatuh. 

Ada risiko yang sangat nyata bagi orang-orang sukses untuk percaya kepada diri mereka sendiri. Hingga akhirnya keberhasilan itu membawa mereka kepada kegagalan. 

 

Jangan Bangga Dengan Kesuksesan Anda

Dalam Filipi 3: 13-14, Paulus berkata, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Ayat ini mengingatkan supaya kita jangan pernah tersandung oleh masa lalu kita. Tuhan mengampuni (1 Yohanes 1: 9) dan kita harus berjalan terus. Saat kita mengemudi dengan melihat ke arah kaca spion, maka kita bisa tersandung dengan sesuatu yang ada di depan kita.

“Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.” (Ibrani 6: 10)

 

Baca Juga: #KataAlkitab - Belajar Dari Kegagalan Murid Yesus yang Memenangkan 3.000 Jiwa

 

Kegagalan Mendatangkan Keberhasilan

Thomas Edison tidak akan pernah menemukan bola lampu jika dia menyerah setelah 300-500 kali mencoba atau bahkan 1000 kali. Kegagalan Thomas justru menghasilkan keberhasilan. Intinya dia pantang menyerah. 

Dia menemukan bagaimana membuat bola lampu yang tidak berubah selama lebih dari satu abad. Perjalanan Thomas Edison melewati kegagalan adalah jalan yang sama yang membawanya menuju keberhasilan.

 

Upah Dari Kerja Keras

Kebanyakan orang rela mencurahkan seluruh hidupnya kepada sesuatu yang justru tidak membuahkan hasil. Tidak ada hal berharga yang didapatkan dengan mudah. Tetapi satu-satunya kunci untuk gagal memperoleh hal berharga tersebut adalah dengan memilih berhenti.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami