Rusak Tumbuh Kembang Anak, KPAI Minta Kemkominfo Blokir Youtube Musik ‘Aku Bukan Homo’

Rusak Tumbuh Kembang Anak, KPAI Minta Kemkominfo Blokir Youtube Musik ‘Aku Bukan Homo’

Lori Official Writer
204

Baru-baru ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan sebuah video berjudul ‘Aku Bukan Homo’ di video musik Youtube Kids. 

Dilihat dari tayangannya, video musik berdurasi 2.10 menit ini sendiri hanya berupa audio dengan thumbnail dua pisang dan menerakan nama Sindhu sebagai penyanyinya.

KPAI pun akan mendalami konten tersebut. Jika ternyata mengandung unsur pornografi, maka KPAI akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memblokir video tersebut.

“Kalau dilihat iklan yang muncul dalam lagu-lagu anak atau konten anak, seharusnya konten-konten tersebut tidak ada relevansinya dan (tidak sesuai) kebutuhan anak,” ungkap Komisioner Partisipasi Anak KPAI Jasra Putra pada Senin, 13 September 2021.

Jasra menyampaikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan Informasi Layak Anak (ILA) yang berguna untuk mendukung proses tumbuh kembang anak. Dengan itu, orangtua juga diminta untuk berperan aktif mendampingi anak selama menggunakan gadget.

“Agar anak bisa diberikan penjelasan kepada anaknya yang melihat konten seperti terorisme, perjudian dan pornografi,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Anak Sering Menghabiskan Waktu Dengan Nonton YouTube? Ini Channel yang Aman Untuknya

 

Selain KPAI, lembaga agama MUI juga meminta pihak Youtube untuk memblokir video musik tersebut. 

“MUI meminta dan mendesak pihak Youtube agar menghormati nilai-nilai dan norma-norma serta hukum yang berlaku di dalam negara RI dengan men-take down konten tersebut,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.

MUI juga meminta pemerintah segera bertindak untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari konten yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya di Indonesia.

“(Pemerintah) Bisa secepatnya bertindak untuk melindungi rakyat dari hal-hal yang akan bisa merusak jati diri mereka sebagai anak bangsa yang Pancasilais, beragama, berakhlak dan berbudaya,” kata Anwar.

Seperti diketahui, video tersebut mengundang perhatian sejumlah warganet lantaran temukan muncul di iklan Youtube Kids pada Minggu, 12 September 2021 kemarin. 

 

Baca Juga: Dokter Ini Peringatkan Orangtua Soal Video Youtube yang Selipkan Tips Bunuh Diri ke Anak

 

Sementara pihak Youtube Indonesia masih terus menelusuri video tersebut.

Ini bukan lagi kali pertama Youtube Kids disusupi dengan konten-konten dewasa yang tidak relevan dengan kebutuhan anak. Karena itu, orangtua diharapkan tetap aktif mengawasi aktivitas anak selama menggunakan gadget. Bahkan dianggap perlu untuk segera melapor jika menemukan konten yang tidak sesuai dengan anak.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami