Apa Anda Setuju Mata Pelajaran Agama Dihapus Dari Kurikulum Sekolah?

Apa Anda Setuju Mata Pelajaran Agama Dihapus Dari Kurikulum Sekolah?

Lori Official Writer
1600

7. Sekolah harus segiat mungkin membuat slogan, aturan dan sebagainya yang mendukung toleransi, keberagaman dan perbedaan etnis agama dan kepercayaan dan sebagainya. Demi menghasilkan siswa yang sehat, cerdas, waras, cermat, kritis, peduli sesama dan lingkungan.

8. Para pengajar harus melewati seleksi super ketat menghindari adanya bibit radikal, sok suci, mabok agama dan sebagainya terhadap guru dan murid. 

9. Sekolah membiasakan murid menyelesaikan semua masalah dengan logika, dilarang sedikit-sedikit bawa ayat, agama atau Tuhan dan dewa. – Tang bo Hu

3. Anak-anak harus diajarkan bagaimana menyikapi perbedaan keyakinan dengan bijak. Jangan sampai saling mengkafir-kafirkan. Bukan hanya perbedaan keyakinan bahkan perbedaan pendapat juga seperti itu. Sesama Muslim, sesama Kristen saat terjadi perbedaan pandangan langsung pecah! 

Siswa-siswi harus dilatih untuk selalu anthusias terhadap penemuan science dan teknologi. – Josephine Maria Christy M.

4. Setuju untuk menghapus pelajaran agama yang berfungsi memperdalam ilmu agama masing-masing murid, tetapi diganti oleh pelajaran yang membahas seluruh agama dan kepercayaan besar sepanjang sejarah Indonesia. Kalau ada kepercayaan yang dominan di suatu daerah, tetapi penganutnya tidak tersebar di seluruh Indonesia, maka kepercayaan tersebut hanya akan dipelajari di sekolah-sekolah di daerah mayoritas penganutnya. – Elita Dwiana

 

Baca Juga: Di Balik Ide Hapus Pendidikan Agama dari Sekolah, Mendikbud Usulkan Solusi Ini

 

Kontra Pelajaran Agama Dihapus 

1. Ketimbang dihapuskan secara menyeluruh, menurut saya diajarkan pelan-pelan saja. Misalnya kelas 1–3 SD diprioritaskan pendidikan budi pekerti, moral, dan kepedulian sosial. Pengajaran agama mulai diajarkan pada kelas 4 SD, karena untuk pelajaran agama yang beberapa aspek komprehensinya cukup abstrak dan mengandung kisah yang kadang sejarahnya agak kejam, perlu tingkat pemahaman dan kedewasaan tertentu pada kepribadian anak. 

Mungkin bagi beberapa orang pendapat saya terkesan terlalu sekuler, karena ada pendapat bahwa dasar moral haruslah dari agama. Tapi toh, anak-anak dengan orang tua yang religius akan diajari agama orang tuanya sejak dini. Karena pendidikan yang paling mendasar adalah pendidikan keluarga, maka pendidikan institusional sekolah mesti mempersiapkan anak menghadapi masyarakat yang beraneka ragam. – Eka Jennie Onggasari

2. Selain merujuk ke pengamalan sila ke-1, dengan adanya pendidikan agama setidaknya bisa memberi ilmu dan keimanan lebih kepada para siswa. Apalagi melihat sikon lingkungan saat ini, pembekalan ilmu agama menjadi sangat penting.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Quora | Jawaban
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami