#FaktaAlkitab: Jenis-jenis Mezbah yang Dicatat Alkitab

#FaktaAlkitab: Jenis-jenis Mezbah yang Dicatat Alkitab

Claudia Jessica Official Writer
334

Mezbah adalah suatu struktur atau tempat yang ditinggikan untuk mempersembahkan korban atau membakar dupa dalam penyembahan kepada Allah yang benar. Mezbah berasal dari Bahasa Ibrani, מִזבֵּחַ (miz-beakh) berasal dari kata kerja dasar zavakh yang artinya membantai; menyembelih; mempersembahkan korban.

Pada dasarnya, mezbah dimaksudkan sebagai tempat penyembelihan atau persembahan korban, seperti yang dicatat dalam Kejadian 8:20, Ulangan 12:21 dan Ulangan 16:2.

Demikian pula kata Yunani thysiastereon yang artinya mezbah, berasal dari kata kerja dasar thio yang berarti sembelih, korban.  Sedangkan kata Yunani bomos, yang artinya altare, lebih dimaksudkan kepada mezbah Allah palsu.

Jadi arti kata mezbah adalah tempat penyembelihan. Dalam bahasa Ibrani mizbeakh, tempat yang tinggi. Serta dalam Bahasa Yunani altare, atau juga tempat perapian.

Mezbah pertama kali disebutkan setelah air bah, tepatnya ketika Nuh mendirikan sebuah mezbah bagi Allah dan mempersembahkan persembahan bakaran di atasnya. Satu-satunya persembahan yang disebutkan sebelum air bah adalah persembahan Kain dan Habel. Meskipun kemungkinan besarnya mereka menggunakan mezbah, hal itu tidak dinyatakan. Abraham mendirikan mezbah di syikhem dalam kejadian 12:7, disuatu lokasi antara Betel dan Ai (kejadian 12:8, 13:3), di Hebron (kejadian 13:18) dan tampaknya juga di atas gunung Moria, tempat ia mempersembahkan seekor domba jantan yang Allah berikan kepadanya sebagai pengganti Ishak. Hanya saja dalam kasus terakhir ini secara spesifik disebutkan bahwa Abraham mempersembahkan korban di atas mezbah yang telah Ia dirikan.

Tetapi arti dasar kata ibraninya menunjukkan bahwa kemungkinan besar ia selalu mempersembahkan korban, setelah ia mendirikan mezbah. Belakangan, Ishak mendirikan mezbah di Beer-syeba dan Yakub mendirikan mezbah di Syikhem dan di Betel.

 

Jenis mezbah

Jenis mezbah yang dibuat oleh para imam atau patriark itu tidak diragukan. Sama dengan yang belakangan disebutkan Allah dalam perjanjian hukum yaitu berupa gundukan tanah atau panggung yang terdiri dari batu-batu alam, bukan potongan batu.

Musa mendirikan mezbah setelah memperoleh kemenangan atas Amalek dan menamainya Yehovah Nizi, Tuhan adalah Panjiku. Ketika perjanjian hukum dibuat dengan Israel, Musa mendirikan sebuah mezbah di kaki Gunung Sinai dan korban-korban dipersembahkan di atasnya. Darah korban dipercikkan pada mezbah pada buku dan pada bangsa itu, dengan demikian perjanjian itu disahkan dan mulai berlaku.

Ada dua jenis mezbah yang ditulis di Alkitab, yaitu mezbah korban bakaran dan mezbah dupa.

Mezbah korban bakaran

Mezbah korban bakaran adalah mezbah yang terbuat dari bahan tembaga. Sedangkan mezbah dupa adalah mezbah yang berlapis emas. Sewaktu Tabernakel atau kemah suci didirikan oleh Musa, dua mezbah dibuat sesuai dengan pola Ilahi.

Mezbah persembahan bakaran yang juga disebut mezbah tembaga, dibuat dari kayu akasia dalam bentuk peti berongga. Tampaknya tanpa tutup ataupun alas. Ukurannya 2,2 m x 2,2 m dan tingginya 1,3 m serta ada tanduk-tanduk yang mencuat dari keempat sudut atasnya. Seluruh permukaannya dilapisi tembaga.

Sebuah ruji-ruji atau jaring dari tembaga ditaruh di bawah bingkai mezbah di bagian dalam, tepatnya di bagian tengah. Terdapat empat gelang yang dipasang pada keempat ujung dekat ruji-ruji itu, dan dari gelang-gelang tersebut akan dimasukkan galah dari kayu akasia yang dilapisi tembaga untuk mengangkut mezbah ini.

Peralatan dari tembaga pun dibuat, yaitu wadah dan sekop untuk abu, mangkuk untuk menampung darah binatang, garpu untuk mengambil daging, dan penadah bara.

Mezbah tembaga untuk persembahan bakaran itu diletakkan di depan pintu masuk ke tabernakel. Mezbah itu memang tidak terlalu tinggi, sehingga tidak perlu ada sarana untuk mencapai bagian atasnya. Tetapi untuk memudahkan orang menangani korban yang diletakkan disitu, tanah disekitarnya mungkin ditinggikan atau mungkin ada sebuah lerengan (bandingkan dalam Imamat 9:22 yang menyatakan bahwa Harun turun setelah mempersembahkan persembahan).

Karena korban binatang dipersembahkan di sisi mezbah sebelah utara dalam Imamat 1:11, tempat untuk abu berlemak yang dibuang dari mezbah ada di sebelah timur (Imamat 1:16) dan baskom tembaga untuk membasuh ada di sebelah barat (keluaran 30:18) Bagian kosong yang masih tersisa tentunya adalah sisi selatan. Disitulah sarana untuk mencapai bagi atas mezbah diletakkan.

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami