Bukan Kesembuhan atau Kesehatan, Kita Juga Membutuhkan Hal Ini di Tengah Pandemi

Bukan Kesembuhan atau Kesehatan, Kita Juga Membutuhkan Hal Ini di Tengah Pandemi

Claudia Jessica Official Writer
449

Sebagaimana diinformasikan laman resmi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasianal, covid19.go.id, kasus baru covid-19 semakin meningkat hingga tertinggi di dunia kemarin, Rabu (14/07), tentunya wajar apabila kita mengalami ketakutan dalam diri kita.

Namun, ini bukan waktunya untuk kalah. Alih-alih membiarkan ketakutan menguasai diri kita, saya mendorong Anda untuk berdoa bagi kedamaian. Doa mengubah banyak hal, termasuk diri kita.

Mendiang Billy Graham pernah mengatakan, “Kita harus berdoa di saat-saat sulit, jangan sampai kita menjadi tidak beriman dan tidak percaya. Kita harus berdoa di saat-saat makmur, jangan sampai kita menjadi sombong dan angkuh. Kita harus berdoa pada saat bahaya, jangan sampai kita menjadi takut dan ragu. Kita harus berdoa pada saat aman, jangan sampai kita terlalu percaya pada diri sendiri.”

Kekuatan doa

Kita sering kali berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan pada masa-masa seperti ini. Namun kita sering kali lupa bahwa di tengah masa yang menakutkan ini, kita juga membutuhkan kedamaian.

Pernahkah Anda mengalami kedamaian yang melampaui segala akal? Paulus sudah mengatakannya kepada orang-orang percaya sejak lama dalam Filipi 4: 6-7:

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

BACA JUGA: Covid-19 Kian Meroket, Ayo Kumandangkan 7 Doa Mazmur

Bersyukur

Hilangkan rasa takut dengan rasa syukur dalam doa-doa yang Anda naikkan. Tuhan kita setia, dari dulu, sekarang dan selama-lamanya.

Ambil catatan Anda dan tuliskan setiap kali Tuhan membuktikan kesetiaanNya ketika Anda merasa takut. Kemudian tuliskan ketakutan yang Anda rasakan saat ini.  Ketika saya menghilangkan kekhawatiran saya, saya dapat menutup buku itu, mengesampingkannya, dan memberikannya kepada Tuhan.

Jadi, 3 hal yang bisa Anda lakukan untuk mencapai kedamaian adalah berdoa, bersyukur, dan merenungkan Firman Tuhan.

Jika rasa takut mengganggu Anda, ambillah Alkitab dan buka Mazmur 91. Ini adalah salah satu Mazmur yang paling indah untuk didoakan ketika merasa tidak aman. Pemazmur menulis tentang menemukan perlindungan di bawah sayap Allah:

“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.” (Mazmur 91:1-4)

Bersembunyi di bawah sayap-Nya

Bagaimana kita bersembunyi di bawah sayap Tuhan? Bagaimana kita datang ke tempat jaminan dan perlindungan ini? Jawabannya terletak pada frasa "di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung."

Frasa ini telah diterjemahkan dari kata Ibrani Hasah.  Saat Anda membaca definisi Hasah, perhatikan perbedaan maknanya:

Melarikan diri (untuk perlindungan), mencari perlindungan; percaya, berharap… kata ini sering digunakan dalam arti kiasan mencari perlindungan spiritual dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan.

Gambaran tentang mencari perlindungan di bawah sayap Tuhan bertemu dengan kenyataan definisi, “meletakkan kepercayaan pada Tuhan.” Semua kembali kepada kepercayaan dan keyakinan akan kebaikan Tuhan.

Pada saat seperti ini orang-orang bertanya bagaimana Tuhan yang baik dapat membiarkan penderitaan seperti itu. Tetapi jawaban saya atas pertanyaan itu terletak pada kata-kata yang diucapkan oleh Yesus.

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh. 16:33)

Dia adalah Tuhan kedamaian di tengah-tengah masalah. Dia berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita atau mengabaikan kita. Dia berjanji untuk bersama kita meskipun harus berada di dalam api, pertempuran, penyakit, maupun badai. Jangan lupa. Dia tetap Tuhan, dan Dia baik.

BACA JUGA: Deklarasi Kesembuhan dari Covid-19

Sumber : CBN
Halaman :
1

Ikuti Kami