Jangan Pernah Memberi Jika Anda Masih Tidak Bisa Melakukan 3 Hal Ini

Jangan Pernah Memberi Jika Anda Masih Tidak Bisa Melakukan 3 Hal Ini

Claudia Jessica Official Writer
222

Ada begitu banyak motivasi dalam memberi. Baik itu memberi makanan, memberi pakaian, memberi uang, dan banyak lagi. Namun, terkadang kita tidak begitu memikirkan perasaan orang yang hendak menerimanya.

Sebagian orang dapat memberi dengan suka hati, dan sebagian orang mungkin memberi karena mereka tidak lagi menginginkan hal itu lagi. Dengan kata lain, mereka memberi barang yang ingin mereka singkirkan. Tapi, bukankah Yesus berkata untuk memberi seolah-olah kita memberi kepada-Nya? (Matius 25: 40).

Sepasang misionaris yang tinggal dari luar negeri menerima paket kebutuhan dari salah satu pendukung gereja mereka. Mereka merasa bersemangat ketika hendak membuka paket tersebut. Hingga mereka sampai pada kotak kecil yang terselip, dan mereka mendapati potongan sabun. Di sebelahnya terdapat kaleng kecil berisi teh celup sisa.

Bayangkan jika Anda adalah yang menerima paket tersebut.

Sangat mudah bagi kita untuk membuat kesalahan ketika memberi. Untuk itu, agar tidak membuat kesalahan ketika memberi, kita harus merubah pola pikir kita bahwa orang yang menerima pemberian kita harus merasa puas dengan apa yang akan didapatkannya. Pastikan hal tersebut melalui tiga hal berikut:

1. Jangan berikan apa yang harusnya Anda buang

Sebelum memberi sesuatu kepada orang lain, coba tanyakan ini kepada dirimu, “Apakah saya mau menerima ini untuk saya dan keluarga saya?” Jika Anda tidak menginginkannya, maka jangan berikan hal itu kepada orang lain.

Ingat, kita harus memberi seolah-olah kita sedang memberi kepada Tuhan.

BACA JUGA: Memberi Persepuluhan Saat Lagi Sulit, Haruskah?

2. Jangan terikat pada apa yang Anda berikan

Ketika kita memberi dengan cuma-cuma, kita tidak memiliki berharap sesuatu akan kembali pada kita. Keselamatan Tuhan adalah sebuah anugerah. Tuhan tetap memberi, sekalipun ada yang menolak pemberian-Nya. (Yoh. 3:16).

Jika kita kecewa dengan cara orang lain menerima pemberian kita, mungkin kita harus memeriksa apakah ada ikatan atau maksud lain ketika kita memberi.

3. Jangan memberi hanya untuk pamer

Jika Anda tidak bisa memberi secara anonim, mungkin ada yang salah pada motivasi Anda dalam memberi. Tuhan memberitahu kita dalam Matius 6:3 untuk tidak membiarkan tangan kita yang lain tahu apa yang kita berikan. Memberi bukanlah suatu pertunjukkan yang harus dipertontonkan kepada orang lain.

Menerima pemberian orang lain bisa membuat seseorang merasa dicintai. Mereka juga bisa merasa seolah-olah mereka istimewa. Mungkin jika sekarang kita belajar memberi seperti yang diberikan Bapa, orang akan merasakan kasih-Nya juga. Lagi pula, bukankah semua itu tentang-Nya?

BACA JUGA: Tahukah Kamu Kalau Mengucap Syukur Juga Baik Untuk Kesehatan?

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami