#FaktaAlkitab: Kebenaran Soal Hutang yang Ditulis Dalam Alkitab

#FaktaAlkitab: Kebenaran Soal Hutang yang Ditulis Dalam Alkitab

Lori Official Writer
792

BOLEHKAH ORANG KRISTEN MEMBERI RIBA ATAU BUNGA? 

Berbagai macam kebutuhan termasuk tiga kebutuhan utama yaitu sandang, pangan, dan papan memerlukan uang dalam pemenuhannya. Tujuan memenuhi kebutuhan inilah yang kemudian memunculkan berbagai ide mengenai cara mendapatkan uang, termasuk di antaranya membungakan uang atau yang juga disebut dengan riba. 

Kata “riba” dan “bunga” dalam ayat-ayat di Alkitab memiliki arti khusus. Kata “bunga uang” berasal dari kata Ibrani neshek, yang berasal dari akar kata nashak, yang berarti “menggigit” Jadi pengertian dari neshek adalah bunga/riba yang berat sekali, bagaikan sesuatu yang menggigit seperti seekor ular, di mana gigitannya kecil tetapi dampaknya akan terasa hingga ke seluruh tubuh, dan efeknya akan berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Jika orang yang dalam posisi lemah dibebankan bunga atas pinjamannya, maka hal itu akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari.

Alkitab jelas melarang riba, dan penolakan akan riba didasari dari beberapa konteks. 

Yang pertama, konteks orang miskin atau lemah (Kel. 22:25; Im. 25:35-38 Ams. 28:8). Ketika ada orang yang jatuh miskin dan memerlukan uang untuk kehidupannya maka orang percaya tidak boleh mengambil kesempatan untuk menekan orang miskin itu dengan riba.

Yang Kedua, Konteks pemerasan (Yeh. 22:12). Misalnya ada orang yang terjepit karena musibah, lalu memerlukan sekali uang. Maka orang percaya tidak boleh memeras orang tersebut dengan mematok bunga yang tinggi.

Ketiga, adanya larangan untuk memungut bunga dari sesama orang Yahudi dalam Perjanjian Lama (Ul. 23:19). Rupanya Tuhan ingin agar ada pertimbangan khusus untuk sesama orang percaya dalam hal meminjam.

Berbeda dengan Ulangan 23:20 yang berkata, “Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya." Dalam hal ini diperbolehkan memberikan pinjaman uang dengan bunga yang wajar namun hanya kepada orang asing atau orang yang bukan Israel dengan tujuan komersial (bd Mat 25:27; Luk 19:23). 

Dalam konteks ini, Tafsiran Alkitab Wycliffe menambahkan bahwa orang-orang Israel yang jatuh miskin atau tidak mampu akan terlindung dari pemerasan oleh para saudara sebangsa yang lebih kaya melalui larangan untuk membungakan uang ini. Namun berkaitan dengan bunga maka boleh diambil dari orang asing, karena uang yang dipinjamkan kepada mereka bukan untuk mengatasi kemiskinan, tetapi untuk modal dagang yang bisa dipakai oleh para pedagang keliling untuk keuntungan mereka sendiri.

 

Sumber : Jawaban
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami