Sumber Perlindungan Itu Datangnya Dari Tuhan

Sumber Perlindungan Itu Datangnya Dari Tuhan

Lori Official Writer
      799

Mazmur 91: 2

Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 31; Kolose 4; 1 Raja-Raja 15-16

Semua orang suka film tentang anjing. Seperti film Homeward Bound, My Dog Skip, Benji dan Lassie. Sebenarnya aku tidak bisa menonton film-film itu karena hatiku akan sangat sedih setiap kali menyaksikan seekor hewan dalam keadaan bahaya atau saat diperlakukan dengan kejam.

Tapi entah kenapa, belakangan ini aku malah merasa sedang menjalani kisah seperti dalam cerita film anjing pada umumnya.

Aku mengadopsi anjing ras campuran Collie berusia 5 tahun pada November lalu. Anjingku merupakan salah satu dari korban praktik autanasia dan berhasil diselamatkan oleh komunitas pecinta hewan.

Aku diberitahu bahwa dia ramah tapi pemalu. Latar belakangnya yang kurang menyenangkan membuatku begitu mencintai anjing itu dan merasa iba setiap kali aku membelainya.

Sekitar dua minggu etelah adopsi, anjingku mulai mengalami kejang. Aku tidak bisa menjelaskan rasa takut yang aku alami saat itu. Lalu dokter hewan memberitahuku bahwa dia harus menjalani pengobatan epilepsi seumur hidup dan pemiliknya mungkin saja akan membuang atau melepaskannya begitu saja karena besarnya biaya untuk merawatnya.

Tapi aku sudah menyukai anjing ini dan berkomitmen untuk merawatnya tetap sehat dan aman. Tapi aku mendapati diriku begitu kesulitan dalam berkomunikasi dengan dia. Aku bahkan menamainya si penjaga sebagai pengingat bahwa dia sudah mendapat rumah dan menjadi penjaga.

Suatu kali saat aku membawanya jalan, seekor anjing hitam besar melompat entah dari mana dan berusaha menyerangnya. Aku tidak tahu bagaimana menjelaskan momen itu. Tapi aku berhasil menarik anjingku dan membawanya. Sayangnya, aku menemukan ada sebuah bekas gigitan di bagian kulitnya.

Kejadian ini mengingatkanku tentang kita manusia. Kita punya masalah. Kita punya rasa sakit. Terkadang sulit bagi kita yang pernah disakiti untuk kembali percaya kepada Tuhan.

Tuhan mengingatkan bahwa Dia bukan saja meyakinkan kita untuk kembali mempercayai-Nya, tapi Dia juga menunjukkan kepada kita akan kesetiaan-Nya.

Sama seperti apa yang aku lakukan kepada anjingku yang malang, Tuhan sudah melakukannya bagi kita. Dia peduli kepada kita dan Dia bisa dipercaya.

Lalu kenapa kita sering kali mencoba untuk bertarung sendiri? Kenapa kita memilih untuk diam tanpa mencari perlindungan dari Tuhan? Saat ancaman hadir dan mau berani meminta perlindungan dari Tuhan, kita akan tetap aman. 

Tuhan sendiri berjanji bahwa dia akan selalu berjuang untuk kita. Karena itu kita perlu berlari mencari perlindungan dari Dia.

 

 

Hak cipta Meghan Kleppinger, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami