Pecahkan Rekor Kasus Tertinggi Selama Pandemic, Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes Covid-19?

Pecahkan Rekor Kasus Tertinggi Selama Pandemic, Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes Covid-19?

Claudia Jessica Official Writer
295

Senin, 21 Juni 2021 menjadi rekor tertinggi penyebaran virus corona di Indonesia selama masa pandemic dengan total 14.536 kasus dalam sehari. Bahkan saat ini total kasus covid-19 di Indonesia telah mencapai angka 2.018.113 kasus. Rekor ini jelas bukan merupakan suatu kebanggaan.

Melonjaknya kasus covid-19 ini dipengaruhi oleh beberapa hal.

Selain dampak dari mobilitas warga selama libur Lebaran lalu, hal ini juga dipicu oleh virus corona varian baru yang disebut mampu menularkan dengan lebih cepat.

Oleh karena itu, kita wajib lebih waspada daripada sebelumnya. Kita tahu bahwa covid-19 tidak selalu menunjukkan gejala sehingga kita maupun orang lain tidak menyadari apakah terdapat virus di dalam tubuh.

Jika Anda mendapatkan kabar dari orang yang dinyatakan positif covid-19, maka Anda harus melakukan tes.

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) memberikan rekomendasi terbaru dalam melakukan tes covid-19.

Tes penting dilakukan jika seseorang melakukan kontak dekat (dalam jarak 2 meter selama total 15 menit atau lebih selama periode 24 jam) dengan orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona sekalipun tidak ada gejala.

BACA JUGA: Covid Makin Mengganas, Pemimpin Gereja Minta Umat Kristen Lakukan Ini

Siapa saja yang harus melakukan tes covid-19?

1. Orang yang memiliki gejala Covid-19.

2. Orang yang divaksinasi lengkap tanpa gejala Covid-19, tidak perlu diuji setelah terpapar seseorang dengan Covid-19.

3. Orang yang telah dites positif Covid-19 dalam 3 bulan terakhir dan pulih, tidak perlu dites setelah terpapar, selama mereka tidak mengembangkan gejala baru.

4. Orang-orang yang telah mengambil bagian dalam kegiatan yang menempatkan mereka pada risiko tinggi penularan Covid-19, karena tidak dapat menjaga jarak fisik yang diperlukan untuk menghindari paparan virus corona, seperti menghadiri pertemuan massal yang besar. Bepergian, atau berada di dalam ruangan yang ramai dan berventilasi buruk.

5. Orang yang telah diminta atau dirujuk untuk dites oleh penyedia layanan kesehatan, atau negara bagian, suku, ikon eksternal lokal, atau departemen kesehatan teritorial mereka.

Dari kelima hal tersebut, CDC dengan tegas menjelaskan bahwa siapapun yang memiliki gejala Covid-19 wajib melakukan tes terlepas dari sudah divaksin atau sudah pernah terinfeksi sebelumnya.

Kapan harus melakukan tes covid-19?

Rata-rata virus corona memiliki waktu inkubasi selama empat hingga lima hari. Kurun waktu tersebut adalah waktu yang sama hingga gejala berkembang.

CDC mencatat meskipun masa inkubasi virus corona bekisar atau antara 2 hingga 14 hari, rata-rata virus corona memiliki waktu inkubasi selama empat hingga lima hari. Sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk membuat gejala berkembang.

Dengan kata lain, jika Anda melakukan kontak erat dengan seseorang yang terpapar virus, maka peluang untuk medapatkan hasil negatif akan sangat tinggi apabila tes dilakukan sehari setelah terpapar.

Perlu dicatat, apabila Anda melakukan tes karena memiliki gejala atau berpotensi terpapar virus corona, sebaiknya menjauh dari orang lain sembari menunggu hasil tes. Tidak lupa juga untuk mengikuti saran dari pelayanan kesehatan.

Tetaplah menjaga protokol kesehatan dengan menggunakan masker, rajin cuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, serta melakukan vaksinasi covid-19. Meskipun vaksin covid-19 bukanlah obat atau mampu membuat kita semua kebal akan virus corona, namun vaksin dapat meringankan gejala dan sakit yang diderita oleh pasien terjangkit virus corona.

Tetap sehat dimanapun Anda berada ya! Tuhan memberkati.

BACA JUGA: Covid-19 Meledak, Pemerintah Didesak Lakukan PPKM

Sumber : kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami