Covid Makin Mengganas, Pemimpin Gereja Minta Umat Kristen Lakukan Ini

Covid Makin Mengganas, Pemimpin Gereja Minta Umat Kristen Lakukan Ini

Lori Official Writer
10938

Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, lonjakan kasus Covid-19 terus meningkat. Jakarta dan kota-kota sekitarnya bahkan telah ditetapkan sebagai kawasan zona merah akibat pertambahan jumlah positif setiap harinya.

Kondisi ini memaksa gereja-gereja di Indonesia untuk kembali menutup pintu gereja dalam beberapa waktu ke depan dengan mengikuti aturan dari pemerintah.

Keuskupan Agung Jakarta, misalnya, menyerukan kepada seluruh umat Katolik untuk berperan aktif membantu penanggulangan Covid-19 dengan menahan diri untuk tidak beribadah di gedung gereja. Karena itu, keuskupan mengumumkan penutupan 21 Gereja Katolik di Keuskupan Jakarta.

“Kami prihatin pandemic Covid-19 di Jakarta dan di beberapa daerah bergejolak lagi..Umat bisa mengikuti kebaktian di rumah masing-masing secara virtual yang disiarkan dari Gereja Katedral Jakarta,” kata Uskup Agung Keuskupan Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo pada Minggu, 20 Juni 2021.

Senada dengan itu, PGI juga mendorong gereja-gereja Protestan di Indonesia untuk menahan diri dari pertemuan ibadah dan pelayanan di gedung gereja.

“Menyikapi kondisi yang memprihatinkan ini, kami mendorong Gereja-gereja untuk menahan diri dalam pelaksanaan kegiatan persekutuan dan pelayanannya di gedung gereja,” kata Ketua PGI Pdt. Gomar Gultom. 

 

Baca Juga: Covid 19 Meledak, Pemerintah Didesak Lakukan PPKM

 

Dia menyarankan supaya untuk sementara waktu ini, gereja memanfaatkan media dan jaringan komunikasi yang ada untuk melakukan berbagai kegiatan ibadah.

Sementara bagi gereja-gereja yang tidak melek dengan teknologi, Pdt Gomar menyarankan untuk setiap gereja bisa mengembangkan kreativitas dan inovasinya selama pandemi Covid-19 ini belum usai.

Dia juga mengingatkan supaya umat Kristen tetap waspada saat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Bila perlu, dia menyarankan untuk tidak bepergian keluar rumah jika tidak begitu penting. Apalagi bagi wilayah yang ditetapkan masih dalam keadaan aman, supaya tetap waspada karena risiko penularan bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Jangan lengah dan terjebak pada zonasi wilayah karena mobilitas masyarakat lintas wilayah masih sangat tinggi dengan risiko penularan yang besar,” himbaunya.

 

Baca Juga: Kasus Covid Lagi Naik, Menag Hanya Izinkan Kegiatan Ini di Rumah Ibadah

 

Mematuhi protokol kesehatan dianggap sebagai langkah yang tepat untuk dilakukan oleh para jemaat gereja. Dengan itu, gereja berkontribusi untuk mencegah penyebaran virus corona saat ini.

“Dengan begitu, panggilan kita untuk menjadi garam dan terang bagi dunia juga dapat teraktualisasi pada masa-masa yang berat ini. Itulah ibadah yang sejati,” pungkas Pdt. Gomar.

Sebagai umat Tuhan, yuk tingkatkan kesadaran kita akan pentingnya melindungi keselamatan diri dan orang lain. Selama masa-masa krisis ini, mari tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah maupun pemimpin gereja kita.

 

Baca Juga: Perkatakan 13 Ayat Alkitab Ini Untuk Lawan Rasa Takut di Tengah Penyakit Virus Corona

 

Sumber : Jawaban
Halaman :
1

Ikuti Kami