S’lamanya Kau Yesus Tuhanku, Lagu Baru Ungkapan Terima Kasih Kepada Tuhan

S’lamanya Kau Yesus Tuhanku, Lagu Baru Ungkapan Terima Kasih Kepada Tuhan

Lori Official Writer
304

Jika Tuhan ada di hadapanmu, kalimat apa yang akan kamu sampaikan kepadaNya? Atas kebaikan yang sudah Tuhan buat dalam kehidupanmu.

Sebuah lagu S’lamanya Kau Yesus Tuhanku merupakan ungkapan hatiyang ditulis oleh pasangan suami istri, Budhianto dan Tiurma Ida Purba. Sebuah lagu tentang bagaimana kita yang seringkali melupakan dan mengecewakan, namun Tuhan tetap mau mengangkat, mengasihi bahkan mengampuni kita. 

Lagu ini juga bercerita bahwa memuji dan menyembah-Nya adalah bentuk rasa syukur atas semua kebaikan yang Tuhan berikan. Dibawakan oleh Hevi Teri, lagu ini terdengar begitu indah dan membawa kita untuk mengingat Tuhan selalu.  Dalam produksinya, Budhianto dan Tiurma Ida Purba dibantu oleh Music Arranger bernama William Jonathan dan Fire Studio. 

S'lamanya Kau Yesus Tuhanku, akan launching secara online di Youtube pada Sabtu 26 Juni 2021 dan menyusul di Spotify, iTunes, googleplay dan platform musik lainnya. 

 

Baca Juga: Pengalaman Dibully Malah Jadi Inspirasi Melitha Bikin Lagu ‘Sampaikan Pada Yesus’

 

Sebagian keuntungan dari lagu ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan Rumah Belajar Bekasi, rumah belajar gratis bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahterayang didirikan oleh Tiurma Ida Purba pada 1 Maret 2015 silam. Saat ini, Rumah Belajar Bekasi ada di 3 tempat, yakni di Bantar Gebang, Cibadak dan Muara Gembong. 

“Kami Ada Untuk Mereka” adalah motto dari Rumah Belajar Bekasi. Tiur percaya bahwa kita ada di dunia ini, adalah untuk melayani sesama.Setelah lulus kuliah Oktober 2014 silam, Tiur bersama dengan keluarganya membangun Rumah Belajar Bekasi. Melayani anak-anak pedalaman Bekasi memiliki tantangan yang berbeda-beda sesuai daerahnya. Untuk menempuh Cibadak dan Muara Gembong membutuhkan waktu 5-7 jam perjalanan (PP). Jalan rusak adalah perjuangan yang harus ditempuh untuk bisa sampai ke lokasi ajar. 

Rumah Belajar Bekasi terdiri dari anak-anak buruh, petani dan nelayan. Di kondisi pandemi seperti ini Rumah Belajar Bekasi mengubah pola ajar, yang tadinya tatap muka menjadi online. Anak-anak di Bantar Gebang secara bergantian (1-2 orang) dapat belajar online dengan relawan via daring di Perpustakaan Rumah Belajar Bekasi, dengan protokol kesehatan. Sudah sejak lama sebelum pandemi Rumah Belajar Bekasi juga sudah melakukan penyuluhan cuci tangan yang benar kepada anak-anak.

Untuk membantu orang tua murid di masa pandemi ini, Rumah Belajar Bekasi berbagi sembako, masker, sabun cuci tangan dan handsanitizer. Tentunya Rumah Belajar Bekasi juga dibantu relawan dan partisipan serta bekerjasama dengan komunitas lainnya. 

Untuk terhubung ke Rumah Belajar Bekasi dapat mengunjungi :

FB : Rumah Belajar Bekasi atau www.rumahbelajarbekasi.org

 

Sumber : Jawaban
Halaman :
1

Ikuti Kami