Lagi Liburan ke Bali? Jangan Lupa Mampir ke Dua Desa Kristen Ini Ya..

Lagi Liburan ke Bali? Jangan Lupa Mampir ke Dua Desa Kristen Ini Ya..

Lori Official Writer
11169

Pulau Bali atau dikenal dengan Pulau Dewata adalah salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia. Namanya bahkan sudah dikenal luas secara mendunia. Tentu saja, salah satu andalannya adalah keindahan pantainya yang mempesona, alamnya yang masih sangat alami serta kekayaan budayanya yang menarik.

Pulau ini didiami oleh mayoritas agama Hindu. Ritual keagamaannya yang unik dan masih terus dilestarikan semakin menambah daya pikat wisatawan untuk berkunjung. Meski di sini agama Hindu begitu kental, tapi tentu sebagian penduduknya juga menganut agama lain yang diakui di Indonesia, seperti Kristen Protestan dan Katolik, Muslim, dan Buddha.

Nah, buat kamu yang belum tahu kudu tahu nih kalau ternyata Bali juga punya desa Kristen loh. Dari sejumlah desa yang ada, dua desa ini dikenal mayoritas didiami oleh umat Kristen. Keduanya adalah Desa Blimbingsari dan Desa Palasari.

1. Desa Blimbingsari

Desa ini terletak sekitar 25 km ke arah barat pusat kota Negara, Jembrana. Desa ini didirikan oleh seorang misionaris Belanda, karena itulah penduduk di sini rata-rata adalah pemeluk agama Kristen.

Desa ini pertama kalinya dibangun dengan bantuan beberapaa warga Bali yang beragama Kristen dan dibuat sedemikian bernuansa Kristen. Jadi, Desa Blimbingsari ini adalah desa Kristen pertama di Bali.

Belakangan ini desa ini menjadi populer sebagai salah satu tujuan wisata di sana. Sekilas, nyaris taka da memang bedanya dengan desa tradisional lainnya di Bali, baik dari bentuk bangunan bernuansa Bali, pakaian Bali dan sebagainya. Inilah letak keunikannya, karena memang warga Kristen di sini juga adalah orang-orang Bali setempat juga yang tetap melestarikan budaya Pulau Bali.

 

Baca Juga: Liburan Ke Bali Pertama Banget?Jangan Lupa Singgah Ke Nusa Penida. Wisatanya Keren Banget!

 

Tapi tetap ada hal yang membuatnya berbeda dari desa-desa lainnya yaitu saat hari besar keagamaan seperti Natal tiba. Desa Blimbingsari biasanya akan dihias sedemikian rupa dengan hiasan penjor. Penjor adalah hiasan yang umum dibuat oleh masyarakat Hindu Bali menjelang hari raya Galungan. Natal kemudian disambut dengan penyelenggaraan kebaktian di gereja dimana setiap jemaat gereja mengenakan pakaian adat Bali, termasuk pendetanya pun mempergunakan bahasa Bali sepanjang prosesi ibadah. Permainan gambelan Bali adalah hiburan yang tak pernah lekang dari perayaan Natal di desa ini.

2. Desa Palasari

Desa Palasari terletak di Dusun Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Secara geografi, lokasinya bisa disebut bertetangga dengan desa Blimbingsari. Komunitas ini dirintis oleh Pater Simon Buis SVD sejak 1940. Berbeda dengan desa Blimbingsari yang penduduknya adalah Protestan, di desa ini masyarakatnya mayoritas adalah Katolik.

Tak jauh berbeda dengan Desa Blimbingsari, di desa ini penduduknya juga tetap mengenakan identitas Bali dalam keseharian mereka. Sebagai pusat agama Kristen Katolik di Bali, desa ini menjadi populer sejak dibangunnya sebuah Gua Maria di sana. Gua inilah yang kemudian dijadikan tempat wisata rohani yang disahkan oleh pemerintah kabupaten Jembrana.

 

Baca Juga: Belajar hal Baru! Nggak Cuma Suguhkan Keindahan, Bali Punya 5 Kursus Yang Bisa Kita Ikuti

 

Gua ini terletak di dalam sebuah hutan lindung. Saat tiba di pintu gerbangnya, pengunjung akan disambut dengan gapura dengan peri-peri kecil yang menghiasinya. Di bibir masuk Gua terdapat patung Bunda Maria setinggi 3 meter.

Gimana menurut kalian? Nggak kebayang bukan ternyata Bali juga punya tujuan wisata semacam ini. Nah, kalau kamu memang kebetulan atau pengen jejalan ke Bali, luangkan waktu ke dua desa ini. Siapa tahu kan kamu bisa dapet jodoh orang Bali, Kristen pula loh.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami